EVALUASI STATUS KESUBURAN KIMIA TANAH SAWAH DI KECAMATAN MILA KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI STATUS KESUBURAN KIMIA TANAH SAWAH DI KECAMATAN MILA KABUPATEN PIDIE


Pengarang

TEGUH RIZKI HIDAYAT - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sufardi - 196211171987021001 - Dosen Pembimbing I
Munawar Khalil - 196010061986021002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1705108010039

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknologi Hasi Pertanian., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tanah sawah di Kecamatan Mila ditanami tanaman dua kali dalam setahun. Penggunaan lahan dalam kurun waktu yang lama dapat menyebabkan berkurangnya sifat-sifat tanah sehingga dapat menyebabkan rendahnya status kesuburan tanah. Sawah yang sudah dimanfaatkan secara intensif, nutrisi yang tersedia di dalam tanah akan berkurang. Memahami konsep kesuburan dan kualitas tanah penting untuk mengelola lahan pertanian sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan produktivitas jangka panjang. Petani masih intensif melakukan pemupukan karena terbatasnya data dari sumber daya lahan yang tersedia, khususnya informasi tentang kesuburan tanah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada tanah sawah di Kecamatan Mila Kabupaten Pidie.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengambil sampel tanah di lapangan pada masing-masing titik sampling kemudian dilakukan analisis kimia di laboratorium. Metode ini dilakukan untuk meneliti tingkat status kesuburan pada tahan sawah di masa sekarang. Pengambilan sampel tanah diambil menggunakan bor tanah pada lapisan atas pada kedalaman top soil 0-20 cm dan dilakukan perekaman titik koordinat dengan menggunakan GPS (Global Positioning System). Pengambilan sampel tanah terdiri dari 5 sampel, setiap sampel diambil satu sampai tiga titik sub-sampel berdasarkan kecil dan besarnya luas hamparan sawah yang kemudian dikompositkan menjadi satu sampel tanah. Tanah sawah yang dipilih pada kondisi tanah basah atau dilakukan pada kondisi sawah yang sedang digunakan. Komposit dilakukan setelah tanah dikering anginkan, dilanjutkan analisis di laboratorium kimia tanah. Setelah diperoleh data hasil analisis di laboratorium, kemudian dilakukan evaluasi terhadap sifat kimia tersebut. Penilaian sifat kimia tanah mengacu kepada Balai Penelitian Tanah Bogor (2009).
Dari hasil identifikasi yang dilakukan pada 5 lahan sawah di Kecamatan Mila Kabupaten Pidie maka dapat disimpulkan bahwa lahan sawah mempunyai pH tanah masam, agak masam (5,84-6,58), C-organik sangat rendah hingga rendah (0,82-1,02%), N-total sangat rendah hingga rendah (0,08-0,11 %), P2O5 sangat rendah hingga sedang (6,44-30,36 mg 100g-1), K2O sangat rendah hingga rendah (6,80-12,00 mg 100g-1), P tersedia sangat rendah hingga rendah (1,30-4,95 mg kg-1), Ca-dd sedang hingga tinggi (8,84-11,82 cmol kg-1), Mg-dd rendah (0,85-0,86 cmol kg-1), K-dd rendah (0,11–0,17 cmol kg-1), Na-dd rendah (0,22-0,23 cmol kg-1), KTK sedang hingga tinggi (17,20 - 27,20 cmol kg-1), kejenuhan basa sedang hingga tinggi (46,29–58,26 %). Status kesuburan tanah pada areal lahan sawah Kecamatan Mila Kabupaten Pidie tergolong kriteria rendah sampai dengan sedang.

Paddy fields in Mila sub-district are planted with crops twice a year. Land use over a long period of time can cause a reduction in soil properties, which can lead to low soil fertility status. When paddy fields are intensively utilized, the nutrients available in the soil will be reduced. Understanding the concept of soil fertility and quality is important to manage farmland in a way that results in long-term productivity. Farmers are still intensively fertilizing due to limited data from available land resources, particularly information on soil fertility. Therefore, this study aims to determine the status of soil fertility in paddy fields in Mila District, Pidie Regency. This research uses a quantitative descriptive method by taking soil samples in the field at each sampling point and then conducting chemical analysis in the laboratory. This method was carried out to examine the level of fertility status in rice fields in the present. Soil sampling was taken using a soil drill on the top layer at a depth of 0-20 cm top soil and recording coordinate points using GPS (Global Positioning System). Soil sampling consisted of 5 samples, each sample was taken one to three sub-sample points based on the small and large area of rice fields which were then composited into one soil sample. Rice field soil was selected in wet soil conditions or carried out in the condition of rice fields in use. Composites were made after the soil was air dried, followed by analysis in the soil chemistry laboratory. After obtaining the data from the laboratory analysis, the chemical properties were evaluated. Assessment of soil chemical properties refers to the Bogor Soil Research Institute (2009). From the identification results carried out on 5 rice fields in Mila District, Pidie Regency, it can be concluded that the rice fields have acidic soil pH, slightly acidic (5.84-6.58), very low to low C-organic (0.82-1.02%), very low to low N-total (0.08-0.11%), very low to moderate P2O5 (6.44-30.36 mg 100g-1), very low to low K2O (6, 80-12.00 mg 100g-1), very low to low available P (1.30-4.95 mg kg-1), moderate to high Ca-dd (8.84-11.82 cmol kg-1), low Mg-dd (0.85-0.86 cmol kg-1), K-dd low (0.11-0.17 cmol kg-1), Na-dd low (0.22-0.23 cmol kg-1), CEC medium to high (17.20 - 27.20 cmol kg-1), base saturation medium to high (46.29-58.26 %). Soil fertility status in the rice field area of Mila District, Pidie Regency is classified as low to medium criteria.

Citation



    SERVICES DESK