<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126277">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN FRAKSI RINGAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI HATI TIKUS (RATTUS NORVEGICUS BERKENHOUT) YANG DIINDUKSI DEPRESI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ISYICA TARIDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak nilam aceh (Pogostemon cablin Benth.) fraksi ringan (MNAFR) secara oral terhadap makroskopis dan mikroskopis hati tikus (Rattus norvegicus Berkenhout) setelah diinduksi depresi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Induksi depresi dilakukan menggunakan metode uji Tail Suspension Test (TST), pengujian dilakukan sekali sehari dengan durasi 6 menit selama 14 hari.   Perlakuan terdiri dari kontrol (K0) pemberian CMC-Na (K-), sertraline (K+), MNAFR 20 mg/200 g BB (P1) dan MNAFR 40 mg/200 g BB (P2) dilakukan pada hari ke 15 sampai hari ke-28. Pembuatan sediaan histologi hati menggunakan metode parafin dan pewarnaan Hematoksilin dan Eosin (HE). Parameter yang diukur yaitu perilaku hewan coba setelah diinduksi depresi, pengamatan makroskopis hati berupa perubahan warna dan berat hati serta pengamatan mikroskopis berupa nekrosis dan degenerasi hepatosit. Data rerata perilaku setelah induksi depresi diuji secara deskriptif. Data warna hati dianalisis dengan Kruskall Wallis dan uji lanjut ManWhitney, sedangkan data berat hati analisis dilakukan dengan ANOVA dan uji lanjut dengan Least Significant Difference (LSD). Nekrosis dan degenerasi dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf signifikan 5% dan diuji lanjut dengan uji berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian minyak nilam aceh fraksi ringan dosis 20 mg/200 g BB memberikan pengaruh secara mikroskopis berupa nekrosis hepatosit pada hati tikus, sedangkan pada dosis 40 mg/200 g BB minyak nilam aceh fraksi ringan sudah memberikan pengaruh yang setara dengan sertraline terhadap pengaruh nekrosis.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126277</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 22:01:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 11:32:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>