<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126272">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS GEOKIMIA LAPISAN ENDAPAN TSUNAMI DI PESISIR ACEH BESAR MENGGUNAKAN LASER INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rara Mitaphonna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tsunami-tsunami dahsyat yang terjadi dalam dekade terakhir mengindikasikan bahwa perkiraan potensi gempa bumi dan tsunami pada hakikatnya masih kurang memadai. Pengetahuan secara terperinci tentang tsunami modern maupun tsunami prasejarah (paleotsunami) sangat penting untuk mengevaluasi kerentanan dan mitigasi bencana masyarakat pesisir. Baru-baru ini ditemukan lapisan endapan tsunami prasejarah di dalam sebuah gua pantai di Lhoong, Aceh Besar, Indonesia dan dilaporkan bahwa pesisir Aceh Besar pernah diterjang gelombang tsunami setidaknya 11 kali dalam rentang 7400 hingga 2900 tahun yang lalu. Hal tersebut mengindikasikan bahwa tsunami dahsyat serupa sangat memungkinkan kembali menerjang pesisir Aceh Besar pada masa mendatang. Sejauh ini studi tentang endapan tsunami di pesisir Aceh Besar hanya berdasarkan kajian geologi dan sedimentologi menggunakan sejumlah instrumen termasuk mikroskop resolusi tinggi dan penentu ukuran butir. Namun demikian, informasi terperinci mengenai penanda geokimia lapisan endapan tsunami di pesisir Aceh Besar khsusnya Desa Pulot dan Desa Seungko Mulat masih belum dilaporkan hingga saat ini. Analisis geokimia telah digunakan secara luas dan semakin diakui kemampuannya sebagai proksi yang kuat dan sensitif untuk identifikasi endapan tsunami modern dan prasejarah. Teknik analitik baru yang sedang berkembang sangat pesat, yaitu Laser Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) telah diaplikasikan pada penelitian ini untuk analisis geokimia lapisan endapan tsunami modern dan paleotsunami yang terdapat di Desa Pulot dan Desa Seungko Mulat. Analisis megaskopis mengungkapkan bahwa terdapat 1 lapisan tsunami modern (tsunami 2004) dan 3 lapisan endapan paleotsunami pada masing-masing wilayah. Lapisan endapan tsunami berwarna abu-abu, mengandung material bercangkang dan fragmen tumbuhan, terdapat grading normal dan batas kontak tajam yang memisahkan dari lapisan di bawahnya. Hasil analisis LIBS menunjukkan bahwa lapisan endapan tsunami mengandung unsur garam (Ca, K, Mg, Na, Al), logam dan logam berat (Si, Fe, Ti, Ba, Sr, Cu, Cr, Pb, Mn, Ni, V), serta senyawa organik (C, H, O, dan N). Intensitas emisi unsur-unsur tersebut ditemukan jauh lebih tinggi pada lapisan endapan tsunami dibandingkan lapisan endapan yang bukan deposit tsunami, seperti lapisan top soil dan lapisan paleo sol. Analisis kuantitatif unsur-unsur penyusun ini telah dilakukan menggunakan metode CF-LIBS yang hasilnya mendekati hasil XRF. Namun, LIBS mengungguli XRF terutama karena kemampuannya mendeteksi spektrum elemen secara cepat dan luas, serta mampu mengidentifikasi unsur-unsur dengan massa atom rendah serta kandungan logam berat spesifik (Cu, Cr, Pb, Co, Zn, Ba, Sr, Co). Rasio intensitas emisi Si/Ti, Ca/Ti, dan Al/Ti merupakan penanda geokimia yang potensial untuk membedakan lapisan endapan tsunami 2004 dan lapisan endapan paleotsunami khususnya yang terdapat di pesisir Aceh Besar, Provinsi Aceh. Analisis LIBS menggunakan sumber laser CO2 menunjukkan keunggulan dalam mendeteksi garis emisi unsur dengan rasio intensitas terhadap latar belakang yang rendah dibandingkan laser Nd: YAG. Laser CO2 lebih unggul dalam mendeteksi garis emisi logam berat spesifik tertentu seperti Zn, Cr, Cu, Co, dan Ni yang sulit diidentifikasi menggunakan LIBS Nd: YAG.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126272</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 20:28:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 11:29:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>