<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126234">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERBANDINGAN METODE INTERPOLASI INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW) DAN KRIGING PADA DATA CURAH HUJAN DI PULAU SUMATRA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti rahma qartika</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Interpolasi spasial adalah proses untuk mengestimasi nilai di lokasi yang tidak terukur di antara titik-titik pengukuran yang ada dalam sebuah data spasial. Salah satu kasus penting dari fenomena geografis yang seringkali dipelajari menggunakan metode interpolasi spasial adalah curah hujan. Curah hujan merupakan hal yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan dan lingkungan. Stasiun curah hujan tidak mencakup seluruh area di Pulau Sumatra, sehingga diperlukan interpolasi spasial untuk mengetahui data curah hujan pada wilayah yang tidak terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode interpolasi terbaik antara Invers Distance Weighting (IDW) dan kriging untuk mengestimasi curah hujan di wilayah yang tidak terukur dengan melihat nilai crossvalidation yang paling akurat. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dari 43 titik stasiun curah hujan yang tersebar di 10 provinsi yang ada di Pulau Sumatra. Berdasarkan perbandingan dari kedua metode diperoleh bahwa metode kriging memberikan hasil estimasi yang lebih akurat dibandingkan dengan metode IDW. Hal ini dapat dilihat dari nilai RMSE dan MSE yang dihasilkan oleh model terbaik pada metode kriging semivariogram gaussian yaitu sebesar 678,86 dan 460.849,86 lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai RMSE dan MSE yang dihasilkan oleh parameter power optimal pada metode IDW yaitu sebesar 701,45 dan 492.027,95. Adapun nilai MAPE krging yaitu sebesar 21,18% nilai tersebut berada pada rentang 20% hingga 50% yang berarti berada dalam kriteria kemampuan prediksi yang wajar. Berdasarkkan hasil crossvalidation, diperoleh estimasi curah hujan di Pulau Sumatra menggunakan metode kriging semivariogram gaussian dengan rata-rata curah hujan tergolong tinggi yaitu sebesar 2.651 mm/tahun.&#13;
&#13;
Kata kunci: interpolasi spasial, inverse distance weighted, kriging, curah hujan, Pulau Sumatra&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126234</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 17:20:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 08:44:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>