Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN KERBAU LOKAL DI KECAMATAN PASIE RAJA DAN KLUET UTARA KABUPATEN ACEH SELATAN
Pengarang
ANNISA RAHMA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Zikri Maulina Gaznur - 198902052019032018 - Dosen Pembimbing I
Said Mirza Pratama-199401282022031009 - - - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2005104010049
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Peternakan adalah subsektor pertanian yang memiliki peranan penting dalam kegiatan ekonomi di wilayah pedesaan. Ternak kerbau merupakan salah satu ternak ruminansia yang potensial untuk dikembangkan sebagai ternak dwiguna dan memiliki potensi tinggi dalam mensuplay protein hewani. Kerbau di Indonesia terbagi menjadi dua jenis yaitu kerbau sungai (river buffalo) dan kerbau lumpur (swamp buffalo). Dalam usaha peternakan manajemen pemeliharaan ternak merupakan segala aspek yang berhubungan dengan pemberian pakan ternak, pemberian minum, kesehatan, reproduksi ternak, pengontrolan ternak, pencatatan dan perkandangan. Pemeliharaan ternak kerbau yang masih dilakukan secara semi intensif akan menyebabkan penurunan produktivitas ternak kerbau.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana penerapan aspek teknis pemeliharaan kerbau lokal ditinjau dari aspek teknis pemeliharaan di Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023 hingga Januari 2024 di Kabupaten Aceh Selatan, meliputi dua kecamatan yaitu Kecamatan Pasie Raja dan Kluet Utara. Lokasi penelitian meliputi delapan desa yaitu empat desa di Kecamatan Pasie Raja (Desa Ujung Padang Asahan, Ladang Tuha, Pasie Rasian dan Kampung Baro) dan empat desa di Kecamatan Kluet Utara (Desa Pasie Kuala Asahan, Gunung Pulo, Pasie Kuala B’u dan Fajar Harapan). Penelitian ini menggunakan metode survey purposive sampling terhadap 88 peternak kerbau dengan menggunakan kusioner, data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung melalui survey dan wawancara dengan peternak, sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Selatan.
Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu Kajian Aspek Teknis Pemeliharan Kerbau lokal di Kabupaten Aceh Selatan antara lain, aspek pemuliaan dan reproduksi, pakan, tatalaksana pemeliharaan, kesehatan, kandang dan perelengkapan. Penetapan jumlah sampel berdasarkan rumus slovin dan pengambilan sampel mengunakan purposive sampling dengan ketentuan peternak yang sudah beternak selama minimal 5 tahun. Data yang didapat diolah dengan menghitung persentase skor kemudian dibandingkan dengan kategori yang ditetapkan Permentan Tahun 2015.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aspek teknis pemeliharaan ternak kerbau yang diperoleh di Kabupaten Aceh Selatan adalah 41,21% diantaranya penerapan aspek teknis pemuliaan dan reproduksi 45,45%, aspek pakan 22,00%, aspek tatalaksana pemeliharaan 50,42%, aspek kesehatan 45,35%, aspek kandang dan perlengkapan 71,30%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan aspek teknis pemeliharaan kerbau di Kabupaten Aceh Selatan belum sesuai dengan Pedoman Permentan Tahun 2015.
Livestock farming is an agricultural subsector that has an important role in economic activities in rural areas. Buffalo is one of the ruminant livestock that has the potential to be developed as a dual-purpose livestock and has high potential in supplying animal protein. Buffalo in Indonesia are divided into two types, namely river buffalo and mud buffalo. In the livestock business, livestock rearing management is all aspects related to animal feeding, drinking, health, animal reproduction, livestock control, recording and housing. Raising buffalo which is still carried out semi-intensively will cause a decrease in buffalo productivity.This research aims to examine the extent to which technical aspects of local buffalo maintenance are implemented in terms of technical aspects of maintenance in South Aceh Regency. This research was carried out from December 2023 to January 2024 in South Aceh Regency, covering two sub-districts, namely Pasie Raja and North Kluet Districts. The research locations include eight villages, namely four villages in Pasie Raja District (Ujung Padang Asahan Village, Ladang Tuha, Pasie Rasian and Kampung Baro) and four villages in North Kluet District (Pasie Kuala Asahan Village, Gunung Pulo, Pasie Kuala B'u and Fajar Hope). This research used a purposive sampling survey method of 88 buffalo breeders using a questionnaire, the data collected consisted of primary data and secondary data. Primary data was obtained from direct observations through surveys and interviews with breeders, while secondary data was obtained from the South Aceh Regency Agriculture and Livestock Service.The parameters observed in this research are a study of technical aspects of local buffalo maintenance in South Aceh Regency, including aspects of breeding and reproduction, feed, maintenance management, health, housing and equipment. Determination of the sample size is based on the Slovin formula and sampling uses purposive sampling provided that the breeder has been breeding for a minimum of 5 years. The data obtained is processed by calculating the percentage score and then comparing it with the categories determined by the 2015 Minister of Agriculture Regulation.The results of the research show that the application of technical aspects of buffalo livestock maintenance obtained in South Aceh Regency is 41.21%, including the application of technical aspects of breeding and reproduction 45.45%, feed aspects 22.00%, maintenance management aspects 50.42%, health aspects 45.35%, cage and equipment aspects 71.30%. It can be concluded that the implementation of technical aspects of buffalo rearing in South Aceh Regency is not in accordance with the 2015 Ministry of Agriculture Guidelines.
KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU LOKAL (BUBALUS BUBALIS) DI KABUPATEN ACEH SELATAN PROVINSI ACEH (NURRIZA AMALIA, 2024)
POLA PEMELIHARAAN TERNAK KERBAU DI KECAMATAN KLUET SELATAN KABUPATEN ACEH SELATAN (Bustanul Huda, 2024)
KAJIAN PENERAPAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN KERBAU LOKAL DI KECAMATAN TEUNOM KABUPATEN ACEH JAYA (FARAH ANNISA, 2025)
KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU RAWA BETINA DI KECAMATAN KLUET UTARA KABUPATEN ACEH SELATAN (Maulidani, 2018)
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK USAHA KERBAU LOKAL DI KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN (FAJRI ERIZA PUTRA, 2025)