<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126183">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KINERJA PERBANDINGAN METODE INTERPOLASI DAN UJI BEDA DALAM PENANGANAN DATA DERET WAKTU YANG HILANG (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>IKLIM KABUPATEN ACEH UTARA)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NOVITA SARI SARAGIH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keberadaan data yang tidak lengkap atau kosong dalam analisis data dapat menjadi&#13;
hambatan dalam memahami dan menginterpretasikan pola serta tren. Interpolasi&#13;
sebagai teknik matematis memungkinkan kita untuk memproyeksikan atau mengisi&#13;
data yang hilang berdasarkan data yang tersedia. Pemilihan metode interpolasi&#13;
yang tepat menjadi tahap kritis dalam mengatasi data yang hilang. Data iklim&#13;
merupakan salah satu dataset yang kerap ditemukan data yang hilang.&#13;
Menginterpolasi data iklim yang hilang di Kabupaten Aceh Utara merupakan&#13;
masalah penting yang mempengaruhi perencanaan pertanian dan pengelolaan&#13;
lingkungan. Penelitian ini melihat ada tidaknya perbedaan antara interpolasi linier,&#13;
spline, stineman, dan moving average metode dalam menangani data hilang dan&#13;
melihat metode mana yang paling efektif dalam menangani data hilang pada data&#13;
iklim di Kabupaten Aceh Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel&#13;
curah hujan, metode interpolasi linier, spline, stineman, dan moving average&#13;
menunjukkan perbedaan dalam menangani data hilang pada persentase kehilangan&#13;
data 10%, 20%, dan 30%. Namun, pada variabel lainnya, keempat metode tersebut&#13;
tidak menunjukkan perbedaan. Hasil metrik evaluasi menunjukkan bahwa interpolasi&#13;
linier merupakan metode yang paling unggul dalam memberikan hasil prediksi yang&#13;
paling mendekati nilai sebenarnya dengan nilai MAE, RMSE, dan MASE yang lebih&#13;
rendah. Nilai MAE untuk interpolasi linier pada persentase kehilangan data 10%,&#13;
20%, dan 30% masing-masing adalah 0,2181; 0,4581; 0,6665, RMSE adalah&#13;
1,2379; 1,9135; 2,2284, dan MASE adalah 0,1695; 0,3567; 0,5313.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126183</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 16:32:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 08:18:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>