PERUBAHAN LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI PROVINSI ACEH BAGIAN TIMURRNSELAMA 20 TAHUN (2002-2022) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERUBAHAN LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI PROVINSI ACEH BAGIAN TIMURRNSELAMA 20 TAHUN (2002-2022)


Pengarang

ADE VIKKY AL AZYZY - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sugianto - 196502231992031003 - Dosen Pembimbing I
Abubakar - 196210101988111001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1805108010061

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Produksi perkebunan kelapa sawit yang mencapai puluhan juta ton di Indonesia menjadikan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas utama perkebunan yang dapat menggerakkan perekonomian di Indonesia termasuk Provinsi Aceh. Di Provinsi Aceh, sebagian perkebunan kelapa sawit tersebar di bagian timur Aceh, yang meliputi Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistika Aceh (2022) perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Timur pada tahun 2007 memiliki luas 3.413 ha, menjadi 26.307 ha pada tahun 2019 dan 26.357 ha pada tahun 2020. Kurun waktu 13 tahun luas lahan perkebunan sawit di Kabupaten Aceh Timur mengalami peningkatan yaitu 6 kali lipat lebih besar. Kota Langsa memiliki luas lahan perkebunan kelapa sawit pada tahun 2008 sebesar 249,5 ha, pada tahun 2019 meningkat menjadi 390 ha, kemudian pada tahun 2020 turun menjadi 386 ha. Kabupaten Aceh Tamiang memiliki luas lahan perkebunan kelapa sawit pada tahun 2007 sebesar 14,969 ha, menjadi 21,169 ha dan 21,956 ha, pada tahun 2019 dan 2020. Luas perkebunan kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan dan perubahan yang signifikan. Penelitian untuk mengetahui berapa luasan dan bagaimana penyebaran perubahan lahan perkebunan kelapa sawit yang ada di Provinsi Aceh bagian Timur, yakni Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang. Luasan dan penyebaran perubahan lahan perkebunan sawit dilihat selama 20 tahun terakhir, tahun 2002 sampai dengan 2022.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan September 2023. Penelitian ini dilakukan di kawasan Aceh Bagian Timur, meliputi Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang. Pengolahan data dan pembuatan peta dilakukan di Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi (Remote Sensing and Cartography Laboratory), Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif. Selanjutnya dilakukan analisis untuk mengklasifikasikan perkebunan kelapa sawit dari citra satelit dan melihat perubahan perkebunan kelapa sawit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan perkebunan kelapa sawit yang terjadi di Aceh Bagian Timur, pada tahun 2002 ke tahun 2007 terjadi perubahan luas mencapai 100,83%, dengan perubahan menjadi seluas 42.078,82 ha dari luas keseluruhan wilayah Aceh Bagian Timur. Pada tahun 2007 ke tahun 2012 perubahan perkebunan kelapa sawit terjadi pengurangan seluas -7.254,36 ha dengan persentase 8,66 %. Tahun 2012 ke tahun 2017 perkebunan kelapa sawit bertambah seluas, 51.192,08 ha dengan persentase 66,87% dan tahun 2017 ke tahun 2022 perkebunan kelapa sawit bertambah seluas 60.502,76 dengan persentase 47,36%

The production of tens of millions of tons of oil palm plantations in Indonesia has made oil palm one of the main plantation commodities that can drive the economy in Indonesia, including Aceh Province. In Aceh Province, some oil palm plantations are spread in the eastern part of Aceh, which includes East Aceh District, Aceh Tamiang District and Langsa City. Based on data from the Aceh Central Statistics Agency (2022), oil palm plantations in East Aceh District in 2007 had an area of 3,413 ha, becoming 26,307 ha in 2019 and 26,357 ha in 2020. Within 13 years the area of oil palm plantations in East Aceh District has increased, which is 6 times larger. Langsa City had an oil palm plantation area in 2008 of 249.5 ha, in 2019 it increased to 390 ha, then in 2020 it decreased to 386 ha. Aceh Tamiang District had an area of oil palm plantations in 2007 of 14,969 ha, to 21,169 ha and 21,956 ha, in 2019 and 2020. The area of oil palm plantations in recent years has continued to experience significant increases and changes. This study aims to determine the extent and distribution of changes in oil palm plantations in Eastern Aceh Province, namely East Aceh District, Langsa City and Aceh Tamiang District. The extent and distribution of land changes in oil palm plantations were examined over the last 20 years, from 2002 to 2022. The research was conducted from March to September 2023. The research was conducted in the Eastern Aceh region, covering East Aceh District, Langsa City and Aceh Tamiang. Data processing and map making were conducted at the Remote Sensing and Cartography Laboratory, Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh. This research used survey method with descriptive analysis. Furthermore, the analysis was carried out to classify oil palm plantations from satellite images and see changes in oil palm plantations. The results showed that changes in oil palm plantations that occurred in East Aceh, in 2002 to 2007 there was a change in area reaching 100.83%, with a change to 42,078.82 ha of the total area of East Aceh. In 2007 to 2012 changes in oil palm plantations occurred a reduction of -7,254.36 ha with a percentage of 8.66%. From 2012 to 2017, oil palm plantations increased by 51,192.08 ha with a percentage of 66.87% and from 2017 to 2022 oil palm plantations increased by 60,502.76 ha with a percentage of 47.36%.

Citation



    SERVICES DESK