<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126047">
 <titleInfo>
  <title>PERBAIKAN KUALITAS BIJI KOPI ARABIKA GAYO MELALUI SORTASI UKURAN BUAH PADA BEBERAPA KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD MUFLIH SIREGAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Teknologi Hasil Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penanganan proses pascapanen buah kopi menggunakan bantuan alat mesin pulper yang berfungsi dalam mengupas kulit buah kopi dan mesin huller yang berfungsi dalam mengupas kulit tanduk biji kopi. Akan tetapi ukuran buah kopi yang berbeda-beda bedasarkan ketinggian tempat tumbuh dan varietas tanaman kopi dapat mempengaruhi kinerja dari mesin pulper dan mesin huller yang berakibat terhadap kualitas fisik dari biji kopi arabika Gayo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan sortasi ukuran buah kopi pada penanganan pascapanen terhadap perbaikan kualitas fisik biji kopi arabika Gayo. Penelitian ini dilakukan bedasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor yaitu ketinggian tempat tumbuh dan ukuran buah kopi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran diameter buah kopi pada ketinggian tempat tumbuh 1738 mdpl rata-rata berukuran 0,843-1,738 cm dan ukuran diameter buah kopi pada ketinggian tempat tumbuh 1346 mdpl rata-rata berukuran 1,019-2.058 cm. Hasil analisis ANOVA menyatakan bahwa ketinggian tempat tumbuh (F) berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap persentase buah lolos pulper, persentase gabah kopi rusak, persentase kulit buah lolos pulper, persentase biji kopi cacat dan jumlah biji kopi dalam 100 gram. Selanjutnya pada pengujian ukuran biji kopi menunjukkan ukuran ayakan berpengaruh sangat nyata (P≤0,01), terdapat interaksi yang bepengaruh sangat nyata (P≤0,01) pada ukuran buah kopi dengan ukuran ayakan dan interaksi sangat nyata (P≤0,01) pada ketinggian tempat tumbuh dengan ukuran ayakan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126047</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 12:06:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 16:15:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>