<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126034">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KESIAPSIAGAAN EVAKUASI TSUNAMI MASYARAKAT KOTA AMBON MENGGUNAKAN MULTIPLE CORRESPONDENCE ANALYSIS DAN REGRESI LOGISTIK ORDINAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ghina Rahmatina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota Ambon, ibu kota Provinsi Maluku, berada di wilayah Cincin Api Pasifik dan pertemuan empat lempeng tektonik besar, berisiko tinggi mengalami bencana seperti tsunami, yang dibuktikan melalui skor risiko bencana gempa bumi tahun 2022 mencapai 23,69 (meningkat dari 17,13 pada 2021). Peningkatan ini menunjukkan pentingnya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesiapsiagaan evakuasi tsunami masyarakat Kota Ambon. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor tersebut menggunakan metode Multiple Correspondence Analysis (MCA) dan Regresi Logistik Ordinal. Data diperoleh dari survei kuesioner yang melibatkan 316 responden. Hasil MCA menunjukkan bahwa grafik 3 dimensi mampu menjelaskan 65,23% keragaman data. Analisis regresi logistik menunjukkan hal yang sejalan dengan MCA, yaitu bahwa faktor-faktor yang signifikan memengaruhi kesiapsiagaan evakuasi tsunami adalah pendidikan terakhir, jarak rumah dari garis pantai, ketinggian rumah dari permukaan laut, dan pelatihan evakuasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan lebih dari SMA (OR = 2,058), tempat tinggal dekat dari garis pantai (OR = 2,491), ketinggian rumah rendah di atas permukaan laut (OR = 1,522), dan pengalaman mengikuti pelatihan evakuasi (OR = 2,018) cenderung meningkatkan kesiapsiagaan evakuasi. Kesimpulan penelitian ini dapat menjadi landasan untuk pengembangan kebijakan dalam meningkatkan kesiapsiagaan evakuasi tsunami di Kota Ambon.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126034</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 11:32:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 16:02:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>