<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126002">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMASI PEMANFAATAN BIJI NYAMPLUNG (CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L.) SEBAGAI SUMBER SENYAWA AKTIF UNTUK PEMBUATAN LOSION ANTIOKSIDAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Liya Fitriyana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nyamplung merupakan tanaman yang mudah tumbuh di daerah pesisir pantai dan memiliki nama yang berbeda untuk setiap daerah. Tanaman nyamplung memiliki nama ilmiah Calophylum inophyllum L. yang merupakan bagian dari Famili Guttiferae yang dapat dibudidaya secara vegetatif (stek) dan generatif (biji). Nyamplung dapat berbuah sepanjang tahun setelah berumur 5-20 tahun, dengan puncak panen pada bulan Mei hingga Juni yang dapat mencapai 20 ton/ha/tahun, bahkan diperhitungkan 250 kg/pohon/tahun. Penelitian ini memanfaatkan ekstrak biji nyamplung yang berasal dari daerah di Provinsi Aceh sebagai sumber senyawa aktif untuk formulasi losion antioksidan. Tahapan pada penelitian ini meliputi preparasi sampel berupa pengeringan, pengupasan dan pengecilan ukuran biji buah nyamplung menjadi serbuk yang siap untuk diekstrak. Proses ekstraksi biji nyamplung menggunakan dua metode yaitu metode maserasi dan metode ultrasonik yang dipilih berdasarkan penelitian pendahuluan yang menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi. Optimasi proses maserasi dilakukan menggunakan metode Box-behnken design-response surface methodology (BBD-RSM) dengan tiga faktor (waktu ekstraksi, konsentrasi pelarut dan berat sampel) dan tiga level yaitu (rendah, sedang dan tinggi). Ekstrak biji nyamplung yang dihasilkan selanjutnya akan dikarakterisasi yang meliputi rendemen, uji fitokimia dan uji antioksidan. Ekstrak biji nyamplung yang memiliki antioksidan tertinggi, selanjutnya akan digunakan sebagai sumber senyawa aktif untuk pembuatan losion antioksidan. Formulasi losion antioksidan ekstrak biji nyamplung menggunakan desain optimasi dengan tiga faktor (ekstrak biji nyamplung, pengental dan pengemulsi) dan tiga level (rendah, sedang dan tinggi). Losion antioksidan yang dihasilkan selanjutnya akan dikarakterisasi yang meliputi uji antioksidan, uji deskriptif, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar dan uji stabilitas losion. Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi kadar air daging biji nyamplung yaitu 30,45% pada biji buah segar dan 37,32% pada biji halus. Hasil optimasi menggunakan Response Surface Methodology dengan Box-Behnken Design memberikan solusi kondisi ekstraksi biji nyamplung menggunakan metode maserasi dengan nilai rendemen dan antioksidan yaitu 13,958% dan IC50 13,785 ppm (teori) dan 14,002% dan IC5013,557 ppm (hasil eksperimen). Metode ultrasonik menghasilkan nilai rendemen dan antioksidan 9,366% dan IC50 16,876 (teori) dan 9,154% dan IC50 16,736 (eksperimen). Skrining fitokimia menghasilkan kandungan senyawa yang sama yaitu fenolik, flavonoid, terpenoid, steroid dan saponin. Hasil optimasi formulasi losion ekstrak biji nyamplung menggunakan BBD-RSM memberikan solusi kondisi formulasi yaitu ekstrak biji nyamplung 7,50 %, tween 80 3,34% dan karbomer 0,28 % menghasilkan nilai antioksidan dan viskositas yaitu IC50 4,50 ppm dan 2153,56 cP (teori) serta IC50 4,62 ppm dan 2302,98 cP (eksperimen). Losion ekstrak biji nyamplung yang dihasilkan memiliki karakteristik yaitu dengan penampakan yang homogen, pH 7,54, viskositas (25°C) 2302,989 cP, antioksidan IC504,62 ppm, daya sebar 6,3 cm2 organoleptik warna putih kekuningan dan beraroma khas ekstrak serta kestabilan losion selama 2 bulan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126002</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 09:52:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 09:55:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>