Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS KERAPATAN DAN JENIS MANGROVE DI PESISIR KABUPATEN ACEH TAMIANG
Pengarang
Maharani - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Muhammad Irham - 197108211999031001 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Rusdi - 197704012006041001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2209200210006
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Terpadu (S2) / PDDIKTI : 54145
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana (S2)., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Hutan Mangrove hidup di daerah pasang surut, sehingga hutan mangrove dinamakan juga hutan pasang. Tumbuhan mangrove memiliki kapasitas untuk melindungi garis pantai dan daerah pedalaman dari bencana alam seperti angin topan, siklon, tsunami. Mangrove mereupakan salah satu ekosistem laut paling produktif di bumi, yang menyediakan peluang habitat unik bagi banyak spesies, serta barang dan jasa penting bagi manusia. Mangrove juga sebagai daerah pemijahan (spawning ground) dan daerah pembesaran (nursery ground) berbagai jenis biota laut. Kawasan Mangrove pada daerah Aceh Tamiang saat ini dalam permasalahan karena banyaknya kegiatan seperti alih fungsi lahan sebagai tambak, perumahan, pembangunan infrastruktur dan pembuatan dapur arang, yang dapat merubah fungsi dari pada mangrove tersebut. Penelitian ini bertujuan memetakan sebaran luasan ekosistem mangrove mengunakan citra satelit mulitemporal, mengklasifikasikan mangrove berdasarkan kelas kerapatannya pada citra satelit mulitemporal dan mengetahui jenis mangrove yang dominan pada kerapatan mangrove tersebut. Titik pengamatan ditentukan dengan metode Purposive Random Sampling, yaitu teknik ini merupakan pengambilan sampel yang akan diambil dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dengan mengkategorikan 3 kelas dalam kerapatan yang terdapat pada Kecamatan seruway, bendahara, banda mulia dan manyak payed dalam lima periode berbeda 2002, 2007, 2012, 2017 dan 2022. Kelas kerapatan mangrove di dominasi dengan kelas kerapatan sedang tahun 2002 dengan luas 10,138 Ha (77.83%), pada kerapatan sedang tertinggi tahun 2012 dengan luas 8,877 Ha (68.16%) dan kerapatan jarang tertinggi tahun 2022 dengan luas 1966 Ha (15.09%). Hasil yang diperoleh nilai NDVI tertinggi pada tahun 2002 sebesar 0,98 dengan luas 2152.61 ha (16.52%) dan nilai terendah pada tahun 2007 sebesar -0,23 dengan luassan 474.15 ha (4.47%). Total jenis mangrove yang ditemukan pada Kabupaten Aceh Tamiang adalah 27 jenis. Kecamatan Seruway paling banyak ditemukan jenis mangrove berkisar 23 jenis dan pada Kecamatan Banda Mulia paling sedikit ditemukan jenis mangrove yang berkisar 12 jenis.
Kata Kunci: Mangrove, NDVI, Kerapatan, Luas, Sebaran
Mangrove forests are tidal areas, because they live in tidal area. Mangrove has the capacity to protect coastlines and inland areas from natural disasters such as typhoons, cyclones, tsunamis. Mangroves are one of the most productive marine ecosystems on earth, providing unique habitat opportunities for many species, as well as important goods and services for humans. Mangroves are also spawning grounds and nursery grounds for various types of marine life. Mangrove areas in the Aceh Tamiang area are currently in trouble because of the many activities such as land conversion as fish pond, housing, infrastructure development and making charcoal kitchens, which can change the function of the mangroves. The objectives of this study are to mapping the distribution of mangrove ecosystems using mulitemporal satellite imagery, classifying mangroves based on their density class on mulitemporal satellite images and find out which mangrove types are dominant in the mangrove density. The observation point is determined by the Purposive Random Sampling method, which is a sampling technique that will be taken with certain considerations. This study uses the NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) method by categorizing 3 classes in density found in Seruway, Bendahara, Banda Mulia and Manyak Payed sub-districts in five different periods 2002, 2007, 2012, 2017 and 2022. The mangrove density class is dominated by the medium density class in 2002 with an area of 10,138 Ha (77.83%), the highest medium density in 2012 with an area of 8,877 Ha (68.16%) and the highest sparse density in 2022 with an area of 1966 Ha (15.09%). The highest NDVI value in 2002 was 0.98 with an area of 2152.61 ha (16.52%) and the lowest value in 2007 was -0.23 with an area of 474.15 ha (4.47%). The total types of mangroves found in Aceh Tamiang Regency are 27 types. Seruway District has the most mangrove types around 23 types and in Banda Mulia District there are at least 12 types of mangroves. Key words: Mangrove, NDVI, Density, Area, Distribution
INVENTARISASI TUMBUHAN MANGROVE DI PESISIR PANTAI KABUPATEN ACEH BESAR (Agusam Nurkhani Surya, 2022)
STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE GAMPONG TANJUNG KERAMAT KECAMATAN BANDA MULIA KABUPATEN ACEH TAMIANG (Harzaini Ridho, 2016)
STRUKTUR KOMUNITAS VEGETASI MANGROVE PADA KARAKTERISTIK HABITAT YANG BERBEDA DI KABUPATEN ACEH TAMIANG PROVINSI ACEH (MUHAMMAD RIFKI, 2019)
ANALISIS PERUBAHAN LUASAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KOTA BANDA ACEH (YOZHA ALHAVIS SINAGA, 2025)
ANALISIS KERAPATAN DAN JENIS MANGROVE DI PESISIR KABUPATEN ACEH TAMIANG (Maharani, 2024)