<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125980">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DETERMINAN PERILAKU VAKSINASI COVID-19 PADA MASYARAKAT ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Safrida Hanum</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang : Program vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu Kebijakan Pemerintah untuk mencegah meluasnya penyakit COVID-19. Sebagian masyarakat Aceh Besar menerima dan mengikuti vaksinasi secara sukarela. Namun, ada sebagian masyarakat yang mengikuti vaksinasi karena terpaksa dan ada juga yang menolak vaksinasi. Perilaku masyarakat ini sangat mempengaruhi capaian vaksinasi COVID-19 di Aceh Besar. Pada pertengahan Februari 2022 capaian vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Aceh Besar mencapai angka 90,5% dan capaian dosis kedua masih rendah hanya sebesar 47%. Tujuan : menganalisis hubungan Perceived Behavioral Control dengan perilaku, menganalisis hubungan Actual Behavioral Control dengan perilaku dan menganalisis hubungan Actual Behavioral Control dengan Perceived Behavioral Control. Metode Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan design penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dengan cluster sampling yang dilakukan di 12 puskesmas terpilih. Ditetapkan responden sebanyak 384 orang. Analisis data dengan Korelasi Spearman menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian : Terdapat hubungan signifikan antara Perceived Behavioral Control dan Actual Behavioral Control dengan perilaku dan antara Actual Behavioral Control dengan Perceived Behavioral Control  (p-value 0,000). Terdapat hubungan yang cukup kuat antara Perceived Behavioral Control dan perilaku (r = 0,433). Terdapat hubungan yang cukup kuat antara Actual Behavioral Control dan perilaku (r = 0,502). Terdapat hubungan yang kuat antara Actual Behavioral Control dengan Perceived Behavioral Control (r = 0,725). Kesimpulan : Actual Behavioral Control lebih mempengaruhi perilaku vaksinasi COVID-19 pada masyarakat Aceh Besar daripada Perceived Behavioral Control.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Perilaku, Vaksin COVID-19, Perceived Behavioral Control, Actual Behavioral Control.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125980</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-21 17:52:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 08:59:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>