<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125964">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN INTERVENSI EDUKASI PENGELOLAAN PENYAKIT HIPERTENSI DAN ARTRITIS GOUT DI KOTA LHOKSEUMAWE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Andala</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit tidak menular merupakan permasalahan utama pada masyarakat global dewasa ini yang berkontribusi sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia, yaitu sebesar 36 juta kematian (71%). Hipertensi dan artritis gout merupakan dua contoh penyakit tidak menular yang dapat ditemukan di masyarakat, prevalensi keduanya pada penduduk Indonesia adalah sebesar 8,3% dan 1,7% secara berurutan. Berbagai aspek dari kedua penyakit tersebut seperti diagnosis, pengobatan, serta pencegahan telah diketahui secara saintifik, tetapi pengelolaan dari kedua penyakit seperti kesadaran dan kontrol ulang  masih belum tercapai sepenuhnya. Fakta tersebut mengindikasikan bahwa permasalahan yang ada tidak hanya terdapat pada sumber daya kesehatan berupa modalitas pengobatan, tetapi juga terletak pada kepatuhan dan kesadaran pasien akan pengobatan penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model intervensi edukasi pengelolaan penyakit tidak menular pada individu dengan hipertensi dan artritis gout dalam rangka meningkatkan pengelolaan dalam menurunkan beban penyakit tersebut. Metode penelitian ini berupa mixed methods. Penelitian kualitatif melalui wawancara semi terstruktur focus group discussion dan in-depth interview yang melibatkan pengambil kebijakan, pemegang program penyakit tidak menular, pemegang program prolanis dan usila. Hasil dari analisis kualitatif diperoleh empat  tema  utama yaitu: (a) pelaksanaan kegiatan edukasi penyakit tidak menular tidak berkesinambungan, dimana setiap minggunya materi yang diberikan bervariasi  (b) sasaran edukasi tidak spesifik pada kelompok penderita penyakit tidak menular, (c) materi tidak komperhensif dan penilaian pemahaman tidak dilakukan (d) pelaksanaan edukasi memakai media berupa leaflet, tidak bevariasi dan tidak ada materi pertinggal bagi pasien. Setelah selesai penelitian kualitatif dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif dengan Randomized Controlled Trial Penelitian ini terdiri  dua kelompok yaitu satu kelompok intervensi dan satu kelompok kontrol.  Populasi penelitian ini adalah pasien dengan penyakit hipertensi dan artritis gout di pusat kesehatan masyarakat Lhokseumawe dengan jumlah total sampel sebanyak 210 responden. Analisis data secara deskriptif  pada kelompok intervensi (pre-post) dan kelompok post test intervensi dan post test kontrol menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan responden terhadap hipertensi, artritis, kepatuhan minum obat, penerimaan penyakit, aktifitas fisik dan kualitas hidup. Analisis statistik inferensial pada kelompok pre dan post intervensi menggunakan uji wilcoxon signed ranks test hasil menunjukkan  adanya pengaruh yang signifikan (p ≤ 0,05) pada variabel hipertensi, artritis, kepatuhan minum obat, penerimaan penyakit, aktifitas fisik dan kualitas hidup terhadap post intervensi bagi responden. Sedangkan pada kelompok post intervensi dan post kontrol menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan  antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (sig. &lt; 0,05).  Luaran yang sudah dicapai meliputi buku saku dengan hak kekayaan intelektual dan international standard book number dan prosiding internasional terindeks scopus serta dua publikasi artikel ilmiah  di jurnal bereputasi internasional terindeks scopus.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125964</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-20 17:58:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 15:25:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>