<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125949">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wira Fadillah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENJATUHAN HUKUMAN TERHADAP JARIMAH DALAM&#13;
 DAKWAAN YANG TIDAK TERBUKTI  &#13;
(Analisis Putusan Nomor 15/JN/2022/MS.Bna)&#13;
&#13;
Wira Fadillah*&#13;
 Mohd. Din**&#13;
Azhari *** &#13;
Abstrak&#13;
Penjatuhan hukuman dan pemeriksaan kasus jinayat di Mahkamah &#13;
Syar'iyah harus mengacu pada dakwaan yang diajukan oleh penuntut umum.&#13;
Kenyataan dalam prakteknya, ada kasus di mana hakim menjatuhkan hukuman di&#13;
luar kerangka dakwaan dan tuntutan dari JPU, seperti pada putusan Nomor&#13;
15/JN/2022/MS.BNA.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tepat tidaknya penjatuhan&#13;
uqubat terhadap dakwaan yang tidak terbukti di persidangan, dasar hakim&#13;
menjatuhkan ‘uqubat terhadap jarimah yang tidak terbukti dalam dakwaan pada&#13;
putusan Nomor 15/JN/2022/MS.BNA dan aspek kepastian dan keadilan terhadap&#13;
penjatuhan ‘uqubat bagi terdakwa yang tidak terbukti bersalah dalam putusan&#13;
Nomor 15/JN/2022/MS.BNA.&#13;
 Metode penelitian yang diterapkan dalam analisis masalah ini adalah &#13;
penelitian hukum normatif. Bahan hukum primer yang menjadi fokus kajian&#13;
meliputi Qanun Hukum Jinayat, Qanun Hukum Acara Jinayat, KUHAP, dan&#13;
putusan hakim Nomor 15/JN/2022/MS.BNA. Pendekatan yang digunakan dalam&#13;
analisis ini mencakup pendekatan kasus, pendekatan peraturan perundangundangan,&#13;
dan&#13;
pendekatan&#13;
konseptual.&#13;
Analisis&#13;
data&#13;
dilakukan&#13;
secara&#13;
preskriptif,&#13;
&#13;
di&#13;
&#13;
mana peneliti memberikan penilaian terhadap kepatuhan penerapan hukum&#13;
dalam putusan Nomor 15/JN/2022/MS.BNA, baik dari segi kesesuaian maupun&#13;
ketepatan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjatuhan hukuman terhadap&#13;
dakwaan yang tidak terbukti menurut mekanisme pembuktian hukum acara jinayat&#13;
tidak tepat dalam konteks penegakan hukum. Konsekuensi hukum yang muncul jika&#13;
dakwaan tidak terbukti adalah terdakwa harus dibebaskan dari penghukuman. &#13;
Dasar penjatuhan hukuman di luar dakwaan oleh hakim dikarenakan terdakwa di&#13;
persidangan telah mengakui melakukan zina dengan anak korban, meskipun JPU di&#13;
persidangan tidak mendakwakan dengan dakwaan jarimah zina. Selain itu, hakim&#13;
menjadikan Yurisprudensi Nomor 675K/Pid/1987 sebagai dasar penjatuhan&#13;
hukuman, yang membolehkan hakim menjatuhkan hukuman yang lebih ringan dari&#13;
dakwaan yang diajukan oleh JPU. Putusan Nomor 15/JN/2022/MS.BNA dari&#13;
perspektif kepastian hukum dan keadilan tidak terakomodir di dalamnya, sehingga&#13;
cenderung merugikan bagi terdakwa.&#13;
Disarankan kepada majelis hakim agar dalam memutuskan perkara jinayat&#13;
mengikuti seluruh ketentuan hukum yang ada. Disarankan kepada JPU agar lebih&#13;
hati-hati dan teliti mengumpulkan bukti-bukti dan menghadapkan terdakwa ke &#13;
persidangan supaya tidak terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia yang sangat&#13;
merugikan bagi terdakwa. Disarankan kepada majelis hakim supaya menjadikan&#13;
dakwaan yang diajukan oleh JPU sebagai dasar pemeriksaan perkara dan&#13;
penjatuhan hukuman terdakwa selama terbukti secara sah menyakinkan melakukan&#13;
jarimah. &#13;
Kata kunci: Jinayat; Pelecehan Seksual; Ultra Petita; Zina &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125949</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 23:51:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 15:20:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>