POTENSI KARBON TERSIMPAN DALAM TEGAKAN TANAMAN JALUR HIJAU KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

POTENSI KARBON TERSIMPAN DALAM TEGAKAN TANAMAN JALUR HIJAU KOTA BANDA ACEH


Pengarang

MIRDA OKTARINA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hairul Basri - 196702101991021001 - Dosen Pembimbing I
Tuti Arlita - 197310112006042001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2005110010023

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Kehutanan (S1) / PDDIKTI : 54251

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian - Kehutanan., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kota Banda Aceh merupakan salah satu kota yang menghasilkan emisi karbon terutama dari kendaraan bermotor yang menyebabkan pencemaran udara. Untuk mengatasi hal ini, pembangunan ruang terbuka hijau seperti jalur hijau di sepanjang jalan sangat penting. Tanaman yang tumbuh di jalur hijau merupakan tempat penyimpanan karbon. Jalur hijau berperan sebagai penyerap karbon yang efektif melalui proses fotosintesis dan dapat membantu mengurangi emisi CO2 dan meningkatkan kualitas udara perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah cadangan karbon dan serapan CO2 yang tersimpan di atas permukaan tanah di jalur hijau kota Banda Aceh. Metode yang dipakai untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus, yaitu dengan mengukur seluruh tanaman berkayu yang ada di lokasi penelitian jalur hijau Kota Banda Aceh. Pengambilan sampel dilakukan pada 12 titik lokasi penelitian yaitu di Jl. Lingkar Kampus USK (1), Jl. Teuku Nyak Arief (2), Jl. Tgk Moh. Daud Beureueh (3), Jl. Sultan Mahmudsyah (4), Jl. Teuku Umar (5), Jl. Cut Nyak Dhien (6), Jl. T. Panglima Nyak Makam (7), Jl. Prof. Ali Hasyimi (8), Jl. Dr. Mr. Mohd Hasan (9), Jl. Sultan Malikul Saleh (10), Jl. Jendral Sudirman (11), Jl. Rama Setia (12). Pengumpulan data biomassa tanaman dilakukan menggunakan metode non-destruktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 14 jenis tanaman yang ada di 12 titik jalur hijau Kota Banda Aceh yaitu akasia (Acacia auriculiformis), angsana (Pterocarpus indicus), asam Jawa (Tamarindus indica), cemara laut (Casuarina equisetifolia), glodokan tiang (Polyalthia longifolia), kersen (Muntingia calabura), ketapang (Terminalia catappa), ketapang kencana (Terminalia mantaly), mahoni (Swietenia macrophylla), mimba (Azadirachta indica), pulai (Alstonia scholaris), sengon (Albizia chinensis), tanjung (Mimusops elengi), dan trembesi (Samanea saman). Total volume pada 12 titik jalur hijau kota Banda Aceh adalah 2.124,2 m3. Total cadangan karbon yang tersimpan di atas permukaan tanah pada 12 titik jalur hijau kota Banda Aceh adalah sebesar 924,4 ton. Besarnya serapan CO2 yang tersimpan di atas permukaan tanah pada 12 titik jalur hijau kota Banda Aceh adalah sebesar 3.397,9 ton. Setiap masing-masing titik lokasi penelitian mempunyai jumlah cadangan karbon dan serapan CO2 yang berbeda-beda.

The city of Banda Aceh is one of the cities that produces carbon emissions, especially from motorized vehicles which cause air pollution. To overcome this, building green open spaces such as green lanes along roads is very important. Plants that grow in the green belt are a place to store carbon. Green belts act as effective carbon sinks through the photosynthesis process and can help reduce CO2 emissions and improve urban air quality. The aim of this research is to determine the amount of carbon reserves and CO2 absorption stored above the ground surface in the green belt of the city of Banda Aceh. The method used for sampling in this research used the census method, namely by measuring all woody plants in the green belt research location in Banda Aceh City. Sampling was carried out at 12 research location points, namely on Jl. USK Campus Circle (1), Jl. Teuku Nyak Arief (2), Jl. Tgk Moh. Daud Beureueh (3), Jl. Sultan Mahmudsyah (4), Jl. Teuku Umar (5), Jl. Cut Nyak Dhien (6), Jl. T. Panglima Nyak Tomb (7), Jl. Prof. Ali Hasyimi (8), Jl. Dr. Mr Mohd Hasan (9), Jl. Sultan Malikul Saleh (10), Jl. Jendral Sudirman (11), Jl. Rama Setia (12). Plant biomass data collection was carried out using non-destructive methods. The results of this research show that there are 14 types of plants in the 12 green belt points of Banda Aceh City, namely acacia (Acacia auriculiformis), sengna (Pterocarpus indicus), tamarind (Tamarindus indica), sea cypress (Casuarina equisetifolia), glodokan pole (Polyalthia longifolia), cherry (Muntingia calabura), ketapang (Terminalia catappa), ketapang golden (Terminalia mantaly), mahogany (Swietenia macrophylla), mimba (Azadirachta indica), pulai (Alstonia scholaris), sengon (Albizia chinensis), tanjung (Mimusops elengi ), and trembesi (Samanea saman). The total volume at 12 green belt points in the city of Banda Aceh is 2,124.2 m3. The total carbon reserves stored above ground at 12 green belt points in the city of Banda Aceh are 924.4 tons. The amount of CO2 absorption stored above the ground surface at 12 green belt points in the city of Banda Aceh is 3,397.9 tons. Each research location point has a different amount of carbon reserves and CO2 uptake.

Citation



    SERVICES DESK