<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125913">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  BEBERAPA  UNSUR  HARA TANAH  PADA  LAHAN PERKEBUNAN   PALA   RAKYAT   DI   DESA   LHOK   KEUTAPANG KECAMATAN TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SANTIA TASLINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lahan perkebunan pala merupakan area tanah yang secara khusus digunakan untuk menanam pohon pala (Myristica fragrans Houtt.) secara monokultur atau tumpang sari dengan tanaman lain. Pala memiliki potensi manfaat dari biji, fuli, dan minyaknya, yang merupakan komoditas ekspor utama Indonesia. Aceh adalah peringkat kelima sebagai sentra produksi pala dengan luas area 25.533 hektar, menghasilkan 6.625 ton pada 2022. Kegiatan pertanian pada lahan perkebunan pala di Desa Lhok Keutapang Kecamatan Tapaktuan masih di lakukan secara tradisonal. Dari hasil wawancara dengan beberapa petani pala di Desa Lhok Keutapang, menunjukkan bahwa ukuran buah pala pada desa ini berukuran kecil.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan pada lahan perkebunan pala rakyat di desa Lhok Keutapang Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan dengan jenis tanah Ultisol, pada Januari hingga April 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang didasarkan pada pengambilan sampel tanah di lapangan dan analisis tanah di laboratorium. Sampel tanah diambil pada kelerengan 8 – 15% dan 15 – 25%, setiap lereng diambil 3 sampel dengan 5 sub sampel yang di komposit menjadi 1 sampel. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling), dengan mempertimbangkan aksesibilitas dan keterjangkauan lokasi. Sampel diambil pada kedalaman 0 – 20 cm dari permukaan tanah menggunakan cangkul.&#13;
Hasil penelitian menyatakan bahwa kandungan P-total pada lereng 8 – 15% memiliki kriteria rendah hingga sangat tinggi dengan rentang nilai 11,31 – 106,19 mg 100g-1, sedangkan kandungan P-total pada lereng 15 – 25% adalah rendah hingga sangat tinggi dengan rentang nilai 3,89 – 76,89 mg 100g-1. Ketersediaan P-tersedia pada lereng 8 – 15% adalah sangat rendah hingga sangat tinggi dengan rentang nilai 10,39 – 87,95 mg kg-1, sedangkan pada lereng 15 – 25% ketersediaan P-tersedia sangat rendah dengan rentang nilai 2,64 – 3,83 mg kg-1. Kandungan C-organik tanah adalah rendah hingga sangat tinggi pada lereng 8 – 15% dengan rentang nilai 1,8 – 17,9%, sedangkan pada lereng 15 -25% kandungan C-organiknya adalah rendah dengan nilai 1,1 – 1,4%. Untuk kriteria pH tanah adalah masam hingga agak masam pada lereng 8 – 15% dengan rentang nilai 5,4 – 5,6, sedangkan pada lereng 15 – 25% mempunyai pH masam dengan rentang nilai 5,2 – 5,3. Untuk Kandungan Al-dd pada lereng 8 – 15% berkisar dari tidak terukur hingga sangat rendah (0,57 me 100g-1) dan memiliki kriteria sangat rendah pada lereng 15 – 25% dengan rentang nilai 1,05 – 0,52 me 100g-1. Kemiringan lereng adalah faktor penting yang menyebabkan perbedaan unsur hara tanah. Mempertahankan kesuburan tanah di kebun dengan lereng curam memerlukan strategi untuk mencegah erosi dan memastikan ketersediaan nutrisi optimal bagi tanaman. Beberapa strategi tersebut meliputi penggunaan tanaman penutup tanah, pembuatan terasering untuk mengurangi aliran air permukaan, serta penambahan pupuk organik dan kompos secara berkala untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kandungan bahan organik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125913</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 16:56:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 15:21:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>