<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125830">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN SEBARAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA LAHAN SAWAH TADAH  HUJAN (STUDI KASUS KECAMATAN SERUWAY)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairatul Sufina R</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
	Lahan sawah tadah hujan adalah lahan sawah yang pengairannya berasal dari air hujan yang jatuh di wilayah sekitar sawah sehingga air manjadi faktor pembatas,Oleh karena itu perlu dikembangkan teknologi budidaya yang dapat meningkatkan produktivitas padi sawah tadah hujan. Penggunaan fungi mikoriza arbuskula (FMA) menjadi salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efesiensi penyerapan nutrisi oleh tanaman serta membantu tanaman meningkatkan toleransi terhadap stress lingkungan seperti kekeringan.&#13;
	Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei deskriptif. Isolasi spora FMA menggunakan metode penyaringan basah-sentrifugasi spora (Brundrett et al-1996). Analisis spasial sebaran spora FMA pada lahan sawah tadah hujan menggunakan metode interpolasi kriging. Penentuan titik dan pengambilan sampel di lapangan ditetapkan secara proposive random sampling. Sampel tanah diambil pada 20 lokasi mewakili empat jenis tanah pada lahan sawah tadah hujan di Kecamatan Seruway yaitu Aluvial, Grumosol, Podsolik Merah Kuning, dan Podsolik Coklat. Pada setiap lokasi diambil lima sub-sampel sehingga jumlah keseluruhan sampel adalah 100 sampel. &#13;
Hasil analisis menggunakan system informasi geografis (SIG) menunjukkan bahwa sebaran FMA pada lahan sawah tadah hujan di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang dapat digolongkan atas dua kategori yaitu sangat sedikit (162,79 Ha) dan sedikit (177,23 Ha). Peta sebaran FMA pada lahan sawah tadah hujan dapat menjadi pertimbangan bagi petani untuk memanfaatkan potensi FMA dalam melakukan budidaya padi sawah tadah hujan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125830</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 13:48:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 09:28:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>