<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125829">
 <titleInfo>
  <title>MODIFIKASI POLI METILMETAKRILATE (PMMA) SEBAGAI MATRIKS BIOSENSOR MENGGUNAKAN PERENDAMAN LARUTAN NATRIUM HIDROKSIDA (NAOH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Adna Syerlita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Fisika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Teknologi biosensor telah berkembang pesat dan aplikasinya telah berkembang luas di berbagai bidang. PMMA merupakan polimer sintetik yang memiliki sifat mekanik yang baik, tahan terhadap degradasi, tahan terhadap radiasi UV, dan memiliki transparansi optik yang tinggi. Berdasarkan sifat-sifat ini, PMMA bisa digunakan sebagai matriks biosensor, namun diperlukan modifikasi permukaan terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan modifikasi permukaan PMMA menggunakan perendaman NaOH dengan variasi konsentrasi dan menentukan adanya gugus asam karboksil pada permukaan PMMA berdasarkan sifat hidrofilik dan uji Toiludine Blue O (TBO). Sampel uji berupa lembaran PMMA komersial. Modifikasi permukaan PMMA dilakukan  dengan  perendaman dalam larutan Natrium  hidroksida (NaOH) dengan variasi konsentrasi 0 M (kontrol), 0,5 M, 1 M, dan 2 M. Pengujian sifat hidrofobik dilakukan dengan  pengukuran  sudut  kontak  permukaan PMMA dan uji TBO  dilakukan dengan mengamati perubahan warna larutan uji secara kualitatif dan kuantitatif yang menunjukkan keberadaan gugus asam asam karboksil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut kontak permukaan PMMA semakin berkurang dengan peningkatan konsentrasi NaOH. Hal ini menunjukkan permukaan PMMA menjadi lebih hidrofilik setelah perendaman menggunakan larutan NaOH. Peningkatan sifat hidrofilik ini mengindikasikan adanya gugus fungsi –COOH pada permukaan PMMA. Sedangkan hasil uji TBO memperlihatkan bahwa secara kualitatif semakin besar konsentrasi perendaman NaOH, maka semakin banyak TBO yang terikat pada permukaan PMMA. Hal ini bermakna gugus fungsi -COOH yang mengikat TBO juga semakin banyak terjadi pada permukaan PMMA. Secara kuantitatif, hasil pengukuran nilai RGB biru pada permukaan PMMA menunjukkan perubahan dibandingkan kontrol Adanya perubahan warna yang terjadi sebagai efek dari modifikasi permukaan PMMA diduga menyebabkan ikatan kimia dari permukaan PMMA dengan larutan TBO. Dengan demikian, PMMA yang dimodifikasi dengan larutan NaOH dapat digunakan sebagai matriks biosensor untuk mengikat biomolekul.&#13;
&#13;
Kata Kunci : PMMA, Modifikasi permukaan, Sudut kontak, Uji Toiludine Blue, Hidrofilik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125829</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 13:45:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 09:36:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>