<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125827">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ADEKUASI DAN VOLUME ULTRAFILTRASI TERHADAP KELEMBABAN KULIT DAN PRURITUS PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nelvi Juliyanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Chronic kidney disease-associated pruritus (CKD-aP) mempengaruhi 20-90% pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Kondisi ini berkontribusi terhadap ketidaknyamanan pasien dan akibatnya mempengaruhi kualitas hidup pada pasien. Banyak faktor berkontribusi dalam terjadinya CKD-aP. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara adekuasi hemodialisis yang diukur dengan Kt/V dan volume ultrafiltrasi dengan TEWL dan hidrasi kulit pada pasien end-stage renal disease (ESRD) yang menjalani hemodialisis.&#13;
Metode: Penelitian cross-sectional prospektif dilakukan di Instalasi Hemodialisis Rumah Sakit Dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, Indonesia, dari Januari hingga Juni 2024. Kriteria inklusi mencakup pasien ESRD yang menjalani hemodialisis rutin selama lebih dari tiga bulan, berusia ≥ 18 tahun, dan didiagnosis dengan pruritus. Kriteria eksklusi adalah durasi hemodialisis &lt; 8 jam per minggu, kelebihan cairan selama sesi, gangguan psikotik, kondisi kulit primer yang sudah ada, dan penyakit hati kolestatik atau hepatitis akut. Consecutive sampling digunakan sebagai teknik pengumpulan sampel. Kt/V dan volume ultrafiltrasi dihitung untuk setiap sesi hemodialisis selama satu minggu. TEWL diukur menggunakan Tewameter® TM 300, dan hidrasi kulit menggunakan Corneometer® CM 825. Pearson correlation test digunakan untuk menganalisis hubungan antara volume ultrafiltrasi dengan TEWL/hidrasi kulit.&#13;
Hasil: Sebanyak 220 pasien ESRD terlibat, namun hanya 92 yang mengalami CKD-aP dan diikutsertakan. Mayoritas pasien adalah laki-laki (61,4%) dengan rata-rata usia 53.6 ± 13.1 tahun. Adekuasi hemodialisis adalah 1.4/sesi yaitu berada di bawah target Kt/V yang direkomendasikan oleh KDOQI. Volume ultrafiltrasi median adalah 1.500 ml. Median TEWL adalah 6,8 g/m²/jam (rentang: 1,2-51,4 g/m²/jam), dan median hidrasi kulit adalah 38,0 ml (rentang: 4,9-113,4 ml). TEWL menunjukkan korelasi yang signifikan dengan Kt/V (r = 0,72, p &lt; 0,001); namun, tidak ditemukan korelasi antara hidrasi kulit dengan Kt/V, TEWL dengan volume ultrafiltrasi, atau hidrasi kulit dengan volume ultrafiltrasi (p &gt; 0,05).&#13;
Kesimpulan: Adekuasi hemodialisis mempengaruhi laju evaporasi air dari kulit, sementara efektivitas Kt/V tidak memengaruhi hidrasi kulit. Selain itu, volume pengeluaran cairan selama sesi hemodialisis tidak memengaruhi kehilangan air dari kulit atau status hidrasi.&#13;
Kata Kunci: Pruritus terkait penyakit ginjal kronik, adekuasi hemodialisis, volume ultrafiltrasi, kehilangan air transepidermal, hidrasi kulit</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125827</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 13:33:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 09:26:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>