<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125811">
 <titleInfo>
  <title>TINGKAT PENGETAHUAN PETERNAK TERHADAP PENCEGAHAN WABAH PENYAKIT HEWAN MENULAR PADA SAPI DI KECAMATAN GLUMPANG BARO KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Fitriani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sapi adalah jenis hewan yang paling penting bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia akan daging, susu dan kulit. Penyakit merupakan salah satu faktor yang menghambat produksi dan produktivitas. Penyakit menular pada ternak perlu ditangani secara serius karena kita tahu bahwa pencegahan penyakit jauh lebih baik daripada pengobatan. Penyakit pada ternak juga dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak serta masyarakat dan lingkungan sekitar peternakan. Salah satu yang menyebabkan munculnya penyakit hewan menular di lingkungan peternakan diakibatkan kurangnya pengetahuan dalam tindakan pencegahan penyakit menular pada ternak sapi. Peternak umumnya harus mengetahui tentang penyakit menular pada sapi, upaya pencegahan dan pengendaliannya untuk meningkatkan produksi. Oleh karena itu, perlu diteliti terkait pengetahuan peternak tentang penyakit hewan menular terutama upaya pencegahannya di Kecamatan Glumpang Baro, Kabupaten Pidie..&#13;
Penelitian ini menggunakan metode survey dan telah dilaksanakan di Kecamatan Glumpang Baro, Kabupaten Pidie, meliputi 5 desa yaitu Pulo Iboih, Sagoe, Pulo Panjoe, U Bungkok dan Seureukui. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada tanggal 02 Januari sampai dengan 01 Februari 2024. Peternak yang menjadi responden ditetapkan secara purposive sampling, yaitu peternak yang memiliki pengalaman beternak &gt; 2 tahun, peternak yang memiliki ternak &gt; 2 ekor dan peternak dengan tingkat pendidikan minimal tamatan SD (Sekolah Dasar). Parameter yang diamati adalah tingkat pengetahuan peternak terhadap pencegahan wabah hewan penyakit menular pada sapi di Kecamatan Glumpang Baro, Kabupaten Pidie.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peternak terhadap pencegahan wabah penyakit hewan menular pada sapi di Kecamatan Glumpang Baro, Kabupaten Pidie termasuk kedalam kategori cukup dengan rata-rata persentase tingkat pengetahuan 67,4%. Tingkat pengetahuan peternak terhadap jenis-jenis penyakit menular mendapat hasil 44%. Tingkat pengetahuan peternak terhadap jenis-jenis penyakit menular yang pernah terjadi pada ternaknya sendiri mendapat hasil 42%. Tingkat pengetahuan peternak terhadap gejala dari suatu penyakit mendapat hasil 42%. Tingkat pengetahuan peternak terhadap tindakan pencegahan penyakit menular mendapat hasil 48%. Tingkat pengetahuan peternak terhadap tindakan pencegahan penyakit yang pernah diterapkan mendapat hasil 56%. Tingkat pengetahuan peternak terhadap penanganan bangkai yang terserang penyakit hewan menular mendapat hasil 78%. Tingkat pengetahuan peternak tentang tujuan vaksinasi mendapat hasil 78%. Tingkat pengetahuan peternak apakah sudah pernah melakukan vaksinasi terhadap ternaknya sendiri mendapat hasil 94%. Tingkat pengetahuan peternak terhadap frekuensi pembersihan kandang ternaknya sendiri mendapat hasil 92%. Tingkat pengetahuan peternak terhadap siapa yang paling bertanggung jawab terhadap pengobatan ternak mendapat hasil 100%.&#13;
Adapun tingkat pengetahuan peternak dari 5 desa penelitian yaitu, Pulo Iboih tingkat pengetahuan 66%, Sagoe tingkat pengetahuan 73%, Pulo Panjoe 69%, U Bungkok tingkat pengetahuan 68% dan Seureukui tingkat pengetahuan 61%. &#13;
&#13;
Kata kunci : Wabah, penyakit hewan menular dan sapi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125811</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 13:00:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 16:04:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>