PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) BERDASARKAN NILAI CBR TANAH DASAR YANG DISTABILISASI KAPUR TOHOR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) BERDASARKAN NILAI CBR TANAH DASAR YANG DISTABILISASI KAPUR TOHOR


Pengarang

ULFIRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yus Yudhyantoro - 197202032000121001 - Dosen Pembimbing I
Sofyan - 195905121987021001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2004101010050

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tanah dasar adalah bagian paling dasar dari suatu konstruksi, berfungsi untuk menerima beban langsung dari struktur konstruksi. Tanah yang mempunyai sifat yang buruk sangat tidak menguntungkan jika digunakan untuk suatu konstruksi, terutama untuk perkerasan jalan raya. Di daerah Balee – Meurebo, Aceh Barat memiliki jenis tanah yaitu lempung. Lempung merupakan jenis tanah yang memiliki konsistensi mudah berubah-ubah mengakibatkan daya dukung tanah rendah. Tanah lempung Balee – Meurebo memiliki nilai CBR tanah asli kondisi terendam sebesar 4,2% yang mana nilai minimal CBR untuk tanah dasar (subgrade) tidak boleh kurang dari 6% oleh karena itu dilakukan perbaikan tanah dasar dengan stabilisasi. Stabilisasi menggunakan kapur tohor, stabilisasi ini bertujuan untuk mengetahui batas minimum presentase kapur tohor yang ditambahkan agar tanah dapat digunakan sebagai subgrade untuk perkerasan jalan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Kadar kapur tohor yang ditambahkan adalah 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Pengumpulan data dilakukan melalui pengujian pemadatan Proctor Standard dan pengujian California Bearing Ratio (CBR) test. Hasil yang didapat untuk minimum dari penambahan kapur tohor ialah 5% campuran kapur tohor dengan nilai Optimum Moisture Content (OMC) 24,83 % dengan berat isi kering 1,495 gr/cm3 dan nilai CBR naik menjadi 9,8%. Tebal lapisan perkerasan dihitung dengan menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2017 didapat tebal perkerasan dengan lapis AC-WC 4 cm, AC-BC 6 cm, dan LFA 40 cm

The subgrade is the most fundamental part of a construction, tasked with bearing the direct load from the structure. Poor-quality soil can significantly disadvantage a construction, especially in road pavement. In the Balee-Meurebo area of West Aceh, the soil type is clay. Clay is known for its variable consistency, leading to low soil bearing capacity. The clay in Balee-Meurebo has a native soil condition California Bearing Ratio (CBR) value of 4.2%, which is below the minimum required CBR of 6% for subgrade soils. Hence, soil stabilization with quicklime is employed to improve its properties. The study aimed to determine the minimum quicklime percentage needed to enhance the soil for road subgrade use. Testing was conducted at the Soil Mechanics Laboratory, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala. Quicklime contents of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20% were tested. Data collection involved Proctor Standard compaction tests and California Bearing Ratio (CBR) tests. The findings revealed that the minimum addition of 5% quicklime resulted in an Optimum Moisture Content (OMC) of 24.83% and dry density of 1.495 gr/cm3. The CBR value increased to 9.8%. Based on the Manual Design of Pavement Structure (MDPJ) 2017 method, the pavement layer thicknesses were calculated as 4 cm for AC-WC, 6 cm for AC-BC, and 40 cm for LFA.

Citation



    SERVICES DESK