<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125795">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS PERENDAMAN EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA) PADA BENIH IKAN GURAMI (OSPHRONEMUS GOURAMY) YANG DIINFEKSI BAKTERI AEROMONAS HYDROPHILA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ihsan Rahman Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan gurami (Osphronemus gouramy) merupakan salah satu ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman esktrak daun kersen (Muntingia calabura) dengan dosis yang berbeda terhadap ikan gurami yang terinfeksi Aeromonas hydrophila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan A (Kontrol negatif) tanpa penginfeksian dan perendaman, perlakuan B (Kontrol positif) dengan dilakukan penginfeksian tanpa perendaman, perlakuan dengan perendaman yaitu perlakuan C (50 ppm), perlakuan D (70 ppm), dan perlakuan E (90 ppm). Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak daun kersen berpengrauh terhadap gejala klinis, jumlah leukosit, kadar hemoglobin, dan nilai survival rate (SR). Hasil uji lanjut Duncan, perlakuan dengan tingkat kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu 76,66 ± 5,77. Perlakuan C tidak berbeda nyata dengan perlakuan D yaitu 66,66 ± 5,77, tetapi berbeda nyata terhadap perlakuan B dan perlakuan A dengan masing-masing 40,00 ± 0,00 dan 56,66 ± 11,54. Perlakuan C menunjukkan kembali stabilnya jumlah leukosit, normalnya nilai hemoglobin, berkurangnya kadar lendir yang berlebihan, penyembuhan luka borok pada ikan yang relatif lebih cepat. Hasil penelitian menunjukkan dosis terbaik didapat pada perlakuan C (50 ppm) dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 76%.&#13;
Kata kunci : ekstrak daun kersen, Aeromonas hydrophila, Osphronemus gouramy, survival rate</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125795</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 12:06:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 16:59:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>