<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125773">
 <titleInfo>
  <title>PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENCURIAN MELALUI RESTORATIVE JUSTICE DI WILAYAH HUKUM KEJAKSAAN NEGERI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadila Sabana Yg</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyelesaian tindak pidana pencurian di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Banda Aceh menggunakan pendekatan keadilan restoratif. Pendekatan ini melibatkan pelaku, korban, dan pihak terkait lainnya untuk mencapai penyelesaian yang adil dengan fokus pada pemulihan keadaan semula daripada pembalasan. Berdasarkan Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020, penyelesaian kasus melalui keadilan restoratif memungkinkan penghentian penuntutan jika syarat-syarat tertentu terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penyelesaian dan kendala tindak pidana pencurian melalui restorative justice serta akibat hukum yang timbul dalam penyelesaian tindak pidana pencurian yang di wilayah hukum kejaksaan Negeri Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-empiris yang dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi keadilan restoratif di Kejaksaan Negeri Banda Aceh menghadapi beberapa kendala, termasuk faktor hukum, kesadaran hukum masyarakat, dan kemampuan penegak hukum dalam mediasi. Meskipun demikian, konsep ini diharapkan dapat memulihkan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat dengan lebih komprehensif. Disarankan adanya aturan yang konkret sebagai pedoman dalam penyelesaian melalui keadilan restoratif. Selain itu, perlu adanya peningkatan penerapan keadilan restorative serta penegak hukum yang dapat memfasilitasi para pihak untuk mencapai perdamaian.&#13;
Kata Kunci: Keadilan Restoratif, Pencurian, Tindak Pidana</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>THEFT - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>345.026 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125773</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 11:32:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-30 16:30:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>