<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125772">
 <titleInfo>
  <title>PRODUKSI BIOMETHANE BERBAHAN DASAR PALM OIL MILL EFFLUENT DAN RUMEN SAPI SEBAGAI BIOAKTIVATOR DALAM ANAEROBIC DIGESTION DAN MICROBIAL FUEL CELL (AD-MFCS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FAHREZA LIANSYAH SITUMORANG</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Teknik Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Industri perkebunan kelapa sawit Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, dengan luas perkebunan mencapai 16.833.985 Ha dan produksi minyak kelapa sawit sebesar 48.235.405 Ton pada tahun 2023. Pengolahan minyak kelapa sawit menghasilkan limbah cair (POME) yang berpotensi mencemari lingkungan karena kandungan BOD dan COD yang tinggi. POME diolah melalui proses anaerobik untuk menghasilkan biogas, yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Teknologi Microbial Fuel Cells (MFCs) yang diintegrasikan dengan anaerobic digestion dapat meningkatkan efisiensi produksi biogas. Penggunaan rumen sapi dikarenakan cairan dalam rumen sapi mengandung bakteri yang dapat menguraikan bahan organik dan menghasilkan biogas. Proses pengolahan anaerobik atau pembentukan biogas terdiri dari empat tahap utama dan terbagi dalam dua fase utama yaitu asidogenesis dan metanogenesis.&#13;
	Biogas adalah gas yang dihasilkan melalui proses biologis yang disebut fermentasi anaerobik, di mana mikroorganisme menguraikan bahan organik, seperti sisa tanaman, limbah pertanian, limbah peternakan, atau sisa makanan tanpa adanya oksigen. Proses ini menghasilkan campuran gas utama, yaitu metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2), serta sejumlah kecil gas lainnya seperti hidrogen sulfida (H2S) dan uap air. Pengurangan CO2 dalam biogas dilakukan melalui absorpsi, dengan biogas dilewatkan melalui larutan NaOH. Proses ini meningkatkan rasio CH4 terhadap CO2, konsentrasi NaOH yang lebih tinggi meningkatkan efektivitas absorpsi. Konsentrasi NaOH 3,25 M dapat menyerap CO2 hingga 98,211%, dan meningkatkan kemurnian CH4 dalam biomethane hingga 87,76%. &#13;
	Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Pasca Panen Universitas Syiah Kuala. Reaktor C-MFCs terdiri dari dua chamber dengan yang digunakan sebagai asidifikasi sebelum ke reaktor anaerobik digester, proses dilanjutkan dari tahap asidifikasi ke metanogenesis, pengukuran gas menggunakan metode water displacement, dan dioperasikan dalam thermostatic water bath pada suhu mesofilik. Fermentasi berlangsung selama 25 hari dengan sampling harian sebanyak 52 ml dianalisis dan disimpan. kemudian membandingkan penggunaan AD dengan dan tanpa MFCs dalam produksi biomethane menggunakan limbah POME dan rumen sapi sebagai bioaktivator.&#13;
	Reaktor AB mengalami fluktuasi dengan puncak tertinggi 420 ml pada hari ke-21. Sementara reaktor AC menunjukkan tren produksi yang stabil dengan puncak tertinggi 500 ml pada hari ke-30 dan ke-31. Produksi kumulatif biomethane reaktor AB mencapai 9.975 ml, sementara reaktor AC mencapai 12.345 ml pada hari ke-32, menunjukkan bahwa reaktor AC lebih efektif. Kedua reaktor memiliki pH netral yang stabil, mendukung proses anaerobic digestion. Penurunan TDS pada kedua reaktor, dengan reaktor AC memiliki nilai yang lebih rendah, menandakan pengoptimalan kondisi lingkungan bagi mikroorganisme. reaktor AC lebih efektif dalam mengurangi total solid (TS) dan volatile solid (VS) dibandingkan reaktor AB, mengindikasikan penguraian bahan organik yang lebih efisien. Pengurangan COD pada reaktor AB sebesar 60,83% dan pada reaktor AC sebesar 69,98%, menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi pada reaktor AC berkat tambahan C-MFCs. Amonia diproduksi selama proses penguraian nitrogen organik dan tingkat konsentrasinya perlu dijaga agar tidak mengganggu kinerja proses anaerobic digestion.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125772</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 11:31:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 15:23:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>