<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125719">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LAMA AMONIASI PADA PROSES AMONIASI-FERMENTASI LIMBAH SERAI WANGI ( CYMBOGON NARDUS L. RENDLE) TERHADAP DEGRADASI FRAKSI SERAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YULIA NINGSIH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Peternakan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Limbah serai wangi merupakan salah satu pakan alternatif yang potensial untuk mencukupi kebutuhan ternak, namun keberadaan lignin yang cukup tinggi dalam limbah serai wangi sangat memengaruhi kualitas nutrisi limbah serai wangi, karena terbentuknya ikatan komplek lignoselulosa dan lignohemiselulosa, sehingga tingkat kecernaannya rendah. Selain itu limbah serai wangi juga masih mengandung sisa senyawa atsiri yang dapat menganggu kinerja mikroba rumen. Teknologi fermentasi diketahui dapat menurunkan kadar serat kasar dan mengurai kandungan atsiri dalam bahan pakan, namun pada bahan pakan yang mengandung kadar serat kasar yang tinggi perlakuan fermentasi saja kurang efektif karena keterbatasan kemampuan enzim mikrobial dalam melakukan penetrasi dalam bahan pakan untuk mendegradasi fraksi serat. Gabungan proses amoniasi dan fermentasi yang dikenal sebagai amofer diharapkan dapat mengoptimalkan degradasi fraksi serat pada limbah serai wangi. Proses amoniasi menyebabkan perubahan struktur dan komposisi dinding sel dengan memutus ikatan lignoselulosa dan lignohemiselulosa sehingga enzim mikrobial pada proses fermentasi mudah melakukan penetrasi ke dalam serat pakan selama proses degradasi. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses amofer adalah lama amoniasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh lama amoniasi pada proses amoniasi fermentasi terhadap degradasi fraksi serat pada limbah serai wangi.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Desember 2023 hingga Februari 2024 di Laboratorium Lapangan Peternakan dan Laboratorium Ilmu Nutrisi, Teknologi dan Hijauan Pakan, Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Evaluasi fraksi serat dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Ternak, Bogor, Jawa Barat. Materi yang digunakan adalah limbah serai wangi, urea, molasses, dedak halus dan bakteri decomposer alfalfa (MA-11). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 4 perlakuan lama amoniasi yaitu: P0 = 0 hari (kontrol), P1 = 7 hari; P2= 14 hari ; P3= 21 hari. Setiap perlakuan terdiri atas 4 ulangan, sehingga diperoleh 16 unit perlakuan. Parameter yang diamati adalah serat deterjen netral/ acid detergent fiber (NDF), serat deterjen detergent fiber (ADF), hemiselulosa, selulosa, dan lignin &#13;
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan lama amoniasi pada proses amofer terhadap limbah serai wangi berpengaruh sangat nyata (P˂0,01) terhadap semua fraksi serat, yaitu NDF, ADF, hemiselulosa,selulosa dan lignin. Fraksi NDF, ADF, selulosa dan lignin mengalami penurunan yang linier seiring lamanya waktu amoniasi, sebaliknya fraksi hemiselulosa mengalami mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, amoniasi hingga 21 hari pada proses amofer memberikan hasil yang terbaik karena mampu menurunkan fraksi NDF, ADF, selulosa dan lignin masing-masing 5,6%, 25,9%, 16,2%, dan 14,6% dibandingkan perlakuan kontrol tanpa amoniasi, serta dapat meningkatkan fraksi hemiselulosa yang relatif mudah dicerna sebesar 12,8%.  &#13;
Kata Kunci : Limbah serai wangi, fraksi serat, amoniasi, fermentasi, amofer, MA-11&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125719</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 00:47:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 11:11:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>