TANGGUNG JAWAB DINAS LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PADA TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR DI KAMPUNG DURIAN KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TANGGUNG JAWAB DINAS LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PADA TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR DI KAMPUNG DURIAN KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG


Pengarang

Nur Hasanah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Efendi - 196712071993031002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2003101010065

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Permasalahan sampah khususnya di Tempat Pembuangan Akhir di Kabupaten Aceh Tamiang diatur pada Pasal 5 huruf c Qanun Kabupaten Aceh Tamiang Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah dinyatakan Tugas dan Wewenang Pemerintah Kabupaten “memfasilitasi, mengembangkan dan melaksanakan upaya pengurangan, penanganan dan pemanfaatan sampah”, Namun realita yang terjadi dilapangan di Tempat Pembuangan Akhir Kampung Durian pengelolaan sampah belum di kelola dengan baik dan maksimal. Hal ini jika dibiarkan terus menerus membuat peningkatan volume sampah menjadi menumpuk dan overload di TPA.

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penghambat dalam pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Kampung Durian, peran dan tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolan sampah, serta upaya yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir.

Jenis Penelitian ini adalah yuridis empiris dengan mengunakan pendekatan sosiologi hukum. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden dan informan untuk memperoleh data primer yang dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif.

Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor penghambat pengelolaan sampah oleh pemerintah adalah anggaran yang tidak mencukupi, sehingga dinas tidak dapat melaksanakan pengelolaan sampah secara maksimal. Selanjutnya kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sampah yaitu kesadaran masyarakat yang merupakan faktor eksternal, karena kesadaran masyarakat dapat mengurangi jumlah sampah yang ada di TPA. Peran pemerintah dalam menyelenggarakan pelaksanaan pengelolaan sampah dan pembinaan yang melibatkan kepala desa setempat sangat dibutuhkan. Pembinaan tersebut dapat dilakukan dengan sosialisasi agar masalah pengelolaan sampah dapat teratasi. Upaya yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup mengelola sampah di TPA yaitu melaksanakan kegiatan penanganan sampah, mencakup kegiatan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah.

Disarankan kepada DLH Aceh Tamiang agar lebih tanggung jawab pada pengelolaan sampah di TPA dan tetap rutin melakukan penyuluhan atau sosialisasi terkait 3R (reduce, reuse, dan reycle) kepada masyarakat, agar masyarakat dapat memahami konsep penangganan sampah, selanjutnya menghadirkan solusi terbaik untuk kedepannya, agar sampah di TPA Kampung Durian dapat cepat tertasi.

Waste problems, especially in landfills in Aceh Tamiang Regency, are regulated in Article 5 letter c of the Aceh Tamiang Regency Qanun Number 5 of 2019 concerning Waste Management, which states the Duties and Authority of the Regency Government “to facilitate, develop and implement efforts to reduce, handle and utilize waste”, but the reality that occurs in the field at the Kampung Durian Landfill, waste management has not been managed properly and optimally. This, if allowed to continue, will increase the volume of waste to accumulate and overload the landfill. The writing of this thesis aims to explain the inhibiting factors in waste management at the Kampung Durian Landfill, the roles and responsibilities of the Environmental Service in waste management, and efforts made by the Environmental Service in waste management at the Landfill. This type of research is empirical juridical using a legal sociology approach. Data obtained through direct interviews with respondents and informants to obtain primary data analyzed using a qualitative approach. The results of the study state that the inhibiting factor of waste management by the government is an insufficient budget, so that the agency cannot carry out waste management optimally. Furthermore, the obstacles faced in waste management are public awareness which is an external factor, because public awareness can reduce the amount of waste in the landfill. The role of the government in organizing the implementation of waste management and guidance involving the local village head is needed. This guidance can be done by socialization so that waste management problems can be resolved. The efforts made by the Environmental Service to manage waste in the landfill are to carry out waste handling activities, including sorting, collection, transportation, processing, and final processing of waste. It is recommended that DLH Aceh Tamiang be more responsible for waste management in landfills and continue to routinely conduct counseling or socialization related to 3R (reduce, reuse, and reycle) to the community, so that people can understand the concept of waste management, then present the best solution for the future, so that waste in the Kampung Durian landfill can be quickly resolved.

Citation



    SERVICES DESK