<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125683">
 <titleInfo>
  <title>PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA MELALUI SISTEM WASTE COLLECTING POINT (WCP) DI GAMPONG ALUE DEAH TEUNGOH KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RADHWA SAVIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada tahun 2022 Kota Banda Aceh menghasilkan 91,306.47 ton sampah yang masuk di TPA Gampong Jawa Kota Banda Aceh dengan rumah tangga menyumbang 76.5% terhadap total sampah. Kota Banda Aceh memiliki triknya sendiri dalam mengurangi sampah rumah tangga yang berasal dari sumbernya dengan berbasis masyarakat yaitu Sistem Waste Collecting Point (WCP), dirumuskan sejak tahun 2015 selaku upaya menangani persoalan sampah dan menghasilkan kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, masyarakat yang mengelola sistem ini tidak hanya dapat memelihara lingkungannya namun memilah dan mengolah sampah yang dihasilkan. Demi menanggulangi besarnya sampah masuk ke TPA, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui DLHK3 Banda Aceh menerapkan upaya menimalisir sampah yang disusun dalam Peraturan Walikota Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Dengan Sistem Waste Collecting Point. Penelitian ini menggunakan Paradigma AGIL Talcott Parsons dengan menganalisa pada keberhasilan tata kelola sampah melalui sistem Waste Collecting Point (WCP) di Alue Deah Teungoh Kota Banda Aceh yang meliputi kebijakan normatif, implementasi, tantangan, dan sistem monitoring. Penelitian ini ditulis dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi di lokasi penelitian, wawancara terbuka yang bertujuan untuk mendapatkan data yang relevan dengan masalah penelitian, dan dokumentasi sebagai tambahan untuk memperkuat data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Waste Collecting Point (WCP) di Gampong Alue Deah Teungoh efektif dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan dukungan masyarakat dan pemerintah melalui kebijakan normatif. Namun, tantangan tetap ada seperti partisipasi masyarakat yang rendah, infrastruktur yang kurang memadai, dan kendala dalam pengelolaan sampah. Selama tiga tahun terakhir (2021-2023), data menunjukkan peningkatan volume sampah rumah tangga ke TPA dan penurunan sampah yang terkumpul di WCP. Untuk mencapai pengelolaan sampah yang berkelanjutan diperlukan evaluasi dan peningkatan berkelanjutan dalam partisipasi masyarakat, kualitas layanan, dan dampak lingkungan dari sistem ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125683</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 19:31:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 11:29:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>