<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125656">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS RASIO MONOSIT LIMFOSIT PADA PASIEN TUBERKULOSIS RESISTAN OBAT SEBELUM PENGOBATAN DAN SETELAH FASE INTENSIF</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas kedokteran - Program studi pendidikan spesialis-i pulmonologi dan kedokteran respirasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Tuberkulosis merupakan penyebab kematian kedua di dunia pada tahun 2022. Hal ini disebabkan oleh perkembangan pesat resistensi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) sehingga meningkatkan kasus Tuberkulosis Resistan Obat (TB-RO). Perkembangan penyakit TB dipantau melalui pemeriksaan sputum BTA, namun berbagai hambatan muncul seperti kesulitan mengeluarkan dahak. Oleh karena itu, dibutuhkan pemeriksaan lain yang mudah dan efektif. Rasio Monosit Limfosit (RML) merupakan perbandingan kadar monosit dengan limfosit dalam darah, dimana biomarker ini tersedia di seluruh rumah sakit dengan harga terjangkau. Nilai RML menggambarkan proses inflamasi dalam tubuh sehingga dapat menggambarkan perkembangan penyakit dan prediktor kemajuan terapi. Penelitian pada populasi penderita TB-RO masih sedikit, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan nilai RML sebelum terapi dan setelah fase intensif.&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Sampel berjumlah 30 orang penderita TB- RO yang berobat di Poliklinik TB Resistan Obat RSUDZA. Data penelitian berasal dari data sekunder berupa rekam medis pasien yang berisi riwayat pengobatan pasien, hasil laboratorium pasien sebelum terapi dan enam bulan sesudah terapi fase intensif.&#13;
Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai median RML pasien TB-RO sebelum terapi adalah 0,45, kemudian mengalami penurunan menjadi 0,35 setelah 6 bulan terapi fase intensif. Berdasarkan uji perbedaan, nilai RML pasien TB-RO sebelum dan setelah pengobatan fase intensif tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P=0,116). Hasil uji korelasi menemukan bahwa nilai RML sebelum terapi tidak berhubungan dengan Bulan konversi sputum (P=0,995).&#13;
Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai RML pasien TB- RO sebelum dan sesudah terapi tidak menunjukkan perbedaan bermakna.&#13;
Kata kunci : Tuberkulosis resistan obat, rasio monosit limfosit</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TUBERCULOSIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.995</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125656</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 16:50:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 09:43:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>