<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125652">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KAUSALITAS PARTICULATE MATTER DAN LAMA PAPARAN TERHADAP KELUHAN RESPIRASI DAN KELAINAN FUNGSI PARU PENGRAJIN BATU BATA DI ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T.M. Febriansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengrajin batu bata berisiko tinggi terhadap paparan Particulate Matter (PM) yang dihasilkan dari pembakaran batu bata yang menyebabkan gangguan pernapasan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan PM dan lama paparan terhadap keluhan respirasi dan kelainan fungsi paru pada pengrajin batu bata di Aceh Besar. Metode penelitian adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan bulan September 2023 pada 68 responden, untuk menilai fungsi paru dengan menggunakan spirometri dan kadar PM menggunakan Air Quality Monitor. Hasil analisis data, pada kelainan fungsi paru didapatkan kelainan restriksi (47,1%), mayoritas pekerja bekerja selama &gt;3 tahun (75%) dengan jam kerja ≥8 jam/hari (100%) dan keluhan respirasi dominan yaitu batuk (23,5%) dan sesak napas (13,2%), serta jenis pekerjaan dominan di pencetakan batu bata (67,6%) daripada pembakaran (32,4%). Indeks PM2.5 di area pengrajin batu bata tergolong sangat berbahaya (100%) dan indeks PM10 sangat tidak aman (55,6%) dan sangat berbahaya (44,4%). Analisis bivariat dilakukan dengan uji korelasi Spearman dan multivariat dengan uji regresi logistik. Kesimpulan, terdapat hubungan PM2.5 dan PM10 dengan kelainan fungsi paru, terdapat hubungan masa kerja dengan kelainan fungsi paru tetapi tidak terdapat hubungan masa kerja dengan keluhan respirasi, tidak terdapat hubungan kausalitas PM2.5, PM10 dan masa kerja dengan keluhan respirasi dan tidak terdapat hubungan kausalitas PM2.5, PM10 dan masa kerja</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125652</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 16:39:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 10:30:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>