<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125636">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS METODE PENGGALIAN DAN PERKUATAN INLET TEROWONGAN PADA SINGKAPAN BATUAN SILTSTONERN(STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>PROYEK PEMBANGUNAN BANGUNAN PENGARAH BENDUNGAN RUKOH - PIDIE)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Surya Darma</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S2)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proyek Pembangunan Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh ini bertujuan untuk mengalirkan debit air sebesar 12 m3/dtk dari sungai Krueng Inong menuju ke genangan Rukoh. Salah satu konstruksi yang akan dibangun dalam proyek ini adalah terowongan sepanjang 950 m dimana kondisi batuan pada inlet terowongan merupakan batuan siltstone. Berdasarkan AASHTO, tanah pada lokasi inlet merupakan tanah berlempung, sedangkan berdasarkan USCS masuk dalam klasifikasi tanah lanau dan lempung. Untuk menentukan kelas batuan, metode galian dan perkuatan terowongan pada lokasi penelitian digunakan beberapa sistem yaitu dengan Rock Quality Designation (RQD), Rock Mass Rating (RMR) dan Q System. Dari hasil analisis terhadap ketiga sistem tersebut diperoleh bahwa nilai RQD adalah sebesar 40 %, RMR sebesar 15 % dan Q System sebesar 0,031. Berdasarkan nilai-nilai tersebut diperoleh bahwa kelas batuan pada inlet terowongan termasuk dalam kategori poor (RQD), very poor (RMR) dan extremely poor (Q System). Untuk metode penggalian, berdasarkan core box (Spacing of Joint) dan hasil laboratorium terhadap pengujian Uniaxial Compressive Strength (UCS) diperoleh dengan sistem menggaruk (ripping) menggunakan excavator atau breaker. Metode penggalian berdasarkan nilai RMR sebesar 15% dilakukan secara bertahap sedalam 0,5–1,5 m disertai dengan pemasangan temporary support. Untuk metode perkuatan galian pada inlet berdasarkan nilai RMR adalah dengan pemasangan angkur rock bolt sepanjang 5 – 6 meter dengan jarak 1 – 1,5 meter di mahkota (crown) dan dinding, shotcrete setebal 150 – 200 mm pada crown dan 150 mm pada dinding serta 50 mm pada muka terowongan, pemasangan steel rib (beam) dan struth pada setiap jarak 0,75 meter serta penambahan forepoling pada crown. Perkuatan galian berdasarkan Q System dilakukan dengan pemasangan steel rib, angkur rock bolt dengan panjang 1,2 m serta shotcrete dengan ketebalan 120 - 150 mm. Untuk metode perkuatan berdasarkan JSCE adalah dengan pemasangan angkur rock bolt sepanjang 6 m dengan jarak 1 m pada crown dan dinding, pemasangan steel rib  H- beam 200 pada jarak kurang dari 1 meter serta shotcrete setebal 25 cm. Berdasarkan hasil finite element analysis, perkuatan pada bukaan terowongan adalah dengan pemasangan angkur rock bolt sepanjang 6 m, shotcrete &gt; 200 mm dan pemasangan steel rib (H beam 200) pada jarak 0,75 - 1 m.&#13;
&#13;
Kata kunci : inlet terowongan, siltstone, RQD, RMR, Q - system, temporary support &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125636</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 16:13:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 16:29:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>