<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125607">
 <titleInfo>
  <title>PENJALARAN GELOMBANG GEO-RADAR UNTUK IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN WILAYAH PESISIR GEOPARK GUA EK LEUNTIE BERDASARKAN DATA GROUND PENETRATING RADAR (GPR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Farhadila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan menggunakan alat Ground penetrating radar (GPR) berdasarkan dua frekuensi berbeda (250 MHz dan 700 MHz) di kawasan pesisir Gua Euk Leunti, Lhoong, Aceh Besar. Wilayah pesisir rentan terhadap berbagai bencana seperti tsunami, abrasi, erosi, sedimentasi, dan banjir rob. Kajian struktur bawah permukaan sangat penting karena perencanaan pembangunan di wilayah pesisir harus dipertimbangkan dengan cermat. GPR merupakan salah satu alat geofisika yang bersifat non-destruktif untuk memperoleh informasi tentang bawah permukaan bumi, termasuk di wilayah pesisir. Pada prinsipnya metode GPR akan mengirimkan pulsa gelombang elektromagnetik dengan frekuensi tertentu ke dalam tanah dari antena pemancar yang terletak di permukaan dan merekam hasil pantulan gelombang. Selama survei, terdapat 2 lintasan yang akan direkam lintasan 1 tepat di depan mulut Gua, lintasan 2 tegak lurus dari garis pantai dengan panjang masing-masing lintasan 100 meter. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Reflex2dquick dengan beberapa filter untuk memperjelas data. Dari hasil pengolahan dan interpretasi lintasan 1 dan 2 dengan dua frekuensi berbeda, ditemukan tiga lapisan pada kedua lintasan. Lapisan pertama berupa pasir lempungan dengan kecepatan gelombang 0,15 m/ns, lapisan kedua berupa lempung dengan kecepatan 0,6 m/ns, dan lapisan ketiga berupa lanau dengan kecepatan 0,7 m/ns. Dari hasil interpretasi terbukti frekuensi 250 MHz lebih efektif untuk menembus kedalaman yang lebih besar, sementara frekuensi 700 MHz memberikan gambaran yang lebih jelas pada kedalaman yang lebih dangkal.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Ground Penetrating Radar, gelombang elektromagnetik, sedimentasi, instrumentasi kelautan, geofisika.&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125607</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 15:07:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 15:11:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>