<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125593">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN TINGKAT ERODIBILITAS TANAH DI SUB DAS KRUENG KEUMIREU KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ulfa Tiara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sub DAS Krueng Keumireu merupakan bagian dari SWP-DAS (Satuan Wilayah Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) Krueng Aceh. Wilayah Sub DAS Krueng Keumireu terletak di Kabupaten Aceh Besar meliputi Kecamatan Seulimeum, Kota Jantho dan Kecamatan Kuta Cot Glie dan bermuara di Kota Banda Aceh. Keberadaan ketiga kecamatan yang mendominasi daerah penelitian akan berdampak terhadap kondisi fisik lingkungan Sub DAS Krueng Keumireu yang pada umumnya disebabkan oleh konflik antara melindungi dan memanfaatkan lingkungan. Banyak faktor yang menyebabkan erosi seperti erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, vegetasi, dan manusia. Dari beberapa faktor tersebut salah satu faktor penyebab erosi tanah yang utama yaitu erodibilitas tanah atau kepekaan tanah terhadap erosi. Nilai erodibilitas tentu saja dapat memprediksikan besarnya laju erosi, nilai erodibilitas tanah tidak dapat berdiri sendiri. Nilai tersebut dapat dikorelasikan dengan curah hujan, laju aliran permukaan (runoff) dan infiltrasi tanah.&#13;
	Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey deskriptif-kuantitatif. Satuan Peta Lahan (SPL) tersusun dari peta jenis tanah, peta penggunaan lahan, dan peta kelerengan yang di overlay. SPL dijadikan acuan untuk menentukan lokasi pengambilan sampel tanah. Sampel tanah yang diambil adalah sampel tanah utuh yang diambil dengan ring sampel dan sampel tanah terganggu diambil dengan menggunakan bor tanah. Sampel tanah dianalisis di Laboratorium dan sifat-sifat tanah yang dianalisis adalah C-organik, permeabilitas dan tekstur 4 fraksi. Nilai erodibilitas tanah  dihitung menggunakan rumus  Wischmeier dan Smith (1978).&#13;
	Terdapat 9 SPL pada Sub DAS Krueng Keumireu yaitu SPL 1, SPL 2, SPL 3, SPL 4, SPL 5, SPL 6, SPL 7, SPL 8 dan SPL 9. Hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan nilai erodibilitas pada masing-masing SPL. Terdapat satu SPL yang memiliki kelas erodibilitas tinggi dengan nilai 0, 45 yaitu SPL 2. Selain dari SPL 2, SPL 1, SPL 3, SPL 4, SPL 5, SPL 6, SPL 7, SPL 8 dan SPL 9 memiliki nilai erodibilitas yang beragam dengan kelas erodibilitas yaitu sangat tinggi. Nilai erodibilitas yang paling tinggi terdapat pada SPL 1 dan SPL 3 yaitu sebesar 0,70.  Nilai persentase debu dan liat yang tinggi dapat mempengaruhi tinggi rendahnya nilai suatu erodibilitas tanah. Fraksi liat dan bahan organik juga merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh besar terhada erodibilitas tanah pada berbagai SPL. Semakin tinggi nilai indeks erodibilitas tanah maka ketahanan tanah terhadap erosi semakin rendah sehingga tanah semakin mudah mengalami erosi. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125593</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 13:38:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 17:15:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>