<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125589">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN ATRIBUT KEBUN KOPI (COFFEA SP.) EKSISTING DAN POTENSI BERDASARKAN TOPOGRAFI DI KABUPATEN BENER MERIAH.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DIKA YUDITIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman kopi merupakan tanaman perkebunan yang sejak lama sudah dibudidayakan di Indonesia. Ada dua spesies tanaman kopi yang dikenal secara umum dan dibudidayakan oleh masyarakat Aceh yaitu kopi Arabika (Coffea arabica) dan kopi Robusta (Coffea canephora). Kopi jenis arabika banyak ditanam di dataran tinggi. Sedangkan jenis kopi robusta banyak ditanam oleh masyarakat di dataran rendah. Berdasarkan data Badan pusat Statistik Kabupaten Bener Meriah (2024) komoditas unggulan Kabupaten Bener Meriah adalah kopi yang berjumlah produksi sebanyak 25,060 ribu ton.&#13;
Rumusan permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah, pengkelasan apa saja yang dapat dijadikan atribut pada tanaman kopi dan dimanakah pertambahan lahan yang berpotensi untuk dapat dikembangkan tanaman kopi di Kabupaten Bener Meriah. Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati keadaan dan pengkelasan pada kebun kopi, yang nantinya sajikan pada data atribut table kebun kopi di Kabupaten Bener Meriah, serta untuk menganalisis potensi untuk dikembangkan kebun kopi berdasarkan topografi di Kabupaten Bener Meriah.&#13;
Hasil analisis menunjukkan kebun kopi eksisting Kabupaten Bener Meriah memiliki luas sebesar 31.761,03 ha, persebaran kebun kopi di Kecamatan Permata menjadi yang terbesar di Kabupaten Bener Meriah sebesar 5.674,16 ha, dan kecamatan dengan areal kebun kopi paling kecil terdapat pada Kecamatan Syiah Utama dengan luas 75,25 ha. Jenis naungan yang paling banyak ialah campuran (lamtoro, alpukat, durian, jeruk dan nangka) mencapai 31.373,38. kondisi tanaman paling dominan adalah tanaman yang sudah menghasilkan, memiliki persentase mencapai 99,97%, kerapatan naungan dengan kategori rapat sebesar 95,58%, dan untuk tanaman campuran terdiri dari: pisang, kakao, pinang dan cabai. Dari hasil analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil kawasan yang berpotensi berdasarkan topografi seluas 23.883,93 ha.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125589</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 13:05:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 16:10:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>