<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125587">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KUALITAS PERTEMANAN DENGAN NON-SUICIDAL SELF-INJURY (NSSI) PADA REMAJA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Salsabila Hayuma Al Mumtahanah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) semakin umum di kalangan remaja karena pengaruh media sosial yang menganggapnya sebagai respons yang wajar terhadap tekanan emosional sehingga NSSI dianggap dapat mengalihkan perasaan sementara dari permasalahan yang dihadapi. Remaja yang melakukan NSSI terkadang cerita dengan teman dengan tujuan mencari dukungan untuk mengelola pikiran dan dorongan untuk NSSI, memfasilitasi pengungkapan diri, dan mendorong pencarian bantuan formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pertemanan dengan NSSI pada remaja akhir di Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling, diperoleh sebanyak 44 remaja yang pernah melakukan NSSI, berusia 18-21 tahun. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Friendship Quality Scale (FQUA) dan Inventory of Statements about Self Injury (ISAS). Analisis data dilakukan menggunakan Pearson Correlation dengan nilai signifikansi (p) = 0,358 (p&gt;0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pertemanan dan NSSI pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar sampel memiliki kualitas pertemanan yang tinggi dengan metode NSSI paling sering dilakukan yaitu menggaruk bagian tubuh dengan keras, dan seringkali digunakan sebagai strategi untuk regulasi emosi (39,44%). Temuan ini menjelaskan kualitas pertemanan bukan faktor dominan dalam NSSI pada remaja, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan variabel moderasi serta faktor-faktor lain untuk melihat keterkaitan antara kualitas pertemanan dan NSSI.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125587</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 12:55:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 16:08:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>