<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125584">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KUALITAS AIR IRIGASI DI KECAMATAN BLANGPIDIE PADA DAERAH IRIGASI SUSOH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WULANDARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mengalirkan air dari sumber air yang tersedia ke lahan untuk memenuhi kebutuhan&#13;
tanaman disebut irigasi. Sumber pencemaran pada air irigasi salah satunya disebabkan oleh&#13;
aktivitas manusia. Dalam penelitian ini, sumber pencemaran pada air adalah hasil dari aktivitas&#13;
manusia, yang ditunjukkan oleh angka kepadatan penduduk yang terus meningkat di suatu&#13;
daerah. Semakin tinggi angka kepadatan yang diasumsikan, maka semakin besar kemungkinan&#13;
pencemarannya. Banyaknya lahan pemukiman serta tingkat kepadatan penduduk yang tinggi&#13;
terutama di Kecamatan Blangpidie dengan jumlah 24.440 jiwa penduduk mengakibatkan&#13;
timbulnya berbagai permasalahan diantaranya adalah meningkatnya sumber pencemaran&#13;
limbah domestik dan limbah pertanian yang akan mempengaruhi kualitas air irigasi.&#13;
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif melalui&#13;
survei lapangan yang didasarkan pada pengambilan sampel air di lapangan dan analisis sampel&#13;
air di laboratorium. Pada penelitian ini, penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan&#13;
dengan cara purposive sampling dimana pemilihan sampel berdasarkan kriteria jarak dan&#13;
sumber pencemar. Pengambilan sampel air dilakukan pada saat musim kemarau dan diambil&#13;
pada 4 titik lokasi yaitu: intake (1 sampel air), saluran primer (1 sampel air), saluran sekunder&#13;
(1 sampel air) dan saluran tersier (1 sampel air). Pada tiap titik sampel air diambil pada&#13;
permukaan, pertengahan dan dasar air kemudian di komposit dan dicampurkan menjadi satu.&#13;
Sampel air yang dianalisis di laboratorium yaitu DHL, pH, Natrium (Na), Klorida (Cl) dan&#13;
Sulfat (SO4).&#13;
Berdasarkan hasil analisis laboratorium, DHL pada lokasi penelitian berkisar antara&#13;
88,04-93,60 mS.cm-1 termasuk dalam kategori sangat baik. pH pada lokasi penelitian berkisar&#13;
antara 6,08-7,13 termasuk dalam kategori sangat baik. Kandungan Natrium (Na) pada lokasi&#13;
penelitian berkisar antara 2,12-3,23 mg.L-1 termasuk dalam kategori sangat baik. Kandungan&#13;
Klorida (Cl) pada lokasi penelitian berkisar antara 3,05-3,56 mg.L-1 termasuk kategori sangat&#13;
baik dan kandungan Sulfat (SO4) pada lokasi penelitian</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125584</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 12:44:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 16:02:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>