ANALISIS PENDUGAAN KAWASAN RAWAN LONGSORRN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFISRN DI KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PENDUGAAN KAWASAN RAWAN LONGSORRN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFISRN DI KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

Hafida Yani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Rusdi - 197704012006041001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1905150020006

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Kehutanan (Gayo Lues) (S1) / PDDIKTI : 54254

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Longsor merupakan salah satu bentuk bencana alam yaitu berupa perpindahan massa tanah secara alami, dalam waktu yang singkat dan volume yang besar. Perpindahan tanah ini dapat menyebabkan kerusakan di daerah yang terkena dampaknya. Longsor juga dapat disebabkan oleh penggunaan lahan yang kurang bijak seperti pembukaan lahan yang berlebihan menyebabkan kerusakan hutan. Kabupaten Bener Meriah merupakan kabupaten muda di Provinsi Aceh. Wilayah Kabupaten Bener Meriah yang berada pada ketinggian 100 hingga 2.500 Mdpl, dengan curah hujan yang tinggi serta kemiringan lereng yang terjal, sehingga dapat memicu terjadinya bencana longsor. Alih fungsi lahan secara besar-besaran juga merupakan salah satu penyebab terjadinya longsor, dan berdasarkan data KPH Wilayah III sebagian kawasan hutan kini diubah menjadi lahan pertanian yang menybabkan kerusakan hutan. Sistem Informasi Georafis (SIG) merupakan suatu sistem informasi yang berbasis komputer, dirancang untuk bekerja dengan menggunakan data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Sistem ini mengecek, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data yang secara spasial mereferensikan kepada kondisi bumi. Teknologi SIG mengintegrasikan operasi-operasi umum database, seperti query dan analisa statistik, dengan kemampuan visualisasi dan analisa yang unik yang dimiliki oleh pemetaan.
Penelitian ini menggunakan Software ArcGIS 10.8 yang secara umum adalah suatu sistem informasi berbasis komputer, yang digunakan untuk memperoses data spasial yang bergeoreferensi ( berupa deatil, fakta, kondisi, dsb) yang disimpan dalam suatu basis data dan berhubungan dengan persoalan serta keadaan dunia nyata ( real world). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Shp Kabupaten Bener Meriah, Shp kemiringan lereng, Shp curah hujan, Shp Penggunaan lahan, dan Shp jenis tanah, kemudian layers-layers parameter data dioverlay untuk dijadikan dalam satu peta setiap parameter data diberi skor dan bobot untuk mendapatkan nilai kerawanan terhadap longsor di Kabupaten Bener Meriah.
Hasil analisis daerah rawan longsor di Kabupaten Bener Meriah diperoleh 3 kriteria kelas kerawanan longsor, dimana kelas tersebut adalah kelas tidak rawan, rawan dan sangat rawan. Kelas tidak rawan memiliki luas 46895,10.Ha (25%), rawan memiliki luas 118.019,00 Ha (62%) dan sangat rawan dengan luasan 25.513,40 Ha (13%). Kawasan yang dikategorikan tidak rawan paling besar di Kabupaten Bener Meriah terdapat di Kecamatan Syiah Utama, selanjutnya kawasan dengan kategori rawan paling besar terdapat di Kecamatan Syiah Utama dan kawasan sangat rawan terdapat di Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Landslides are a form of natural disaster, namely in the form of natural movement of land masses, in a short time and in large volumes. This land movement can cause damage in the affected areas. Landslides can also be caused by unwise land use, such as excessive land clearing causing forest damage. Bener Meriah Regency is a young district in Aceh Province. The Bener Meriah Regency area is at an altitude of 100 to 2,500 meters above sea level, with high rainfall and steep slopes, which can trigger landslides. Large-scale land conversion is also one of the causes of landslides, and based on KPH Region III data, some forest areas are now being converted into agricultural land, causing forest destruction. Geographic Information System (GIS) is a computer-based information system, designed to work using data that has spatial information (spatially referenced). This system checks, integrates, manipulates, analyzes and displays data that spatially references earth conditions. GIS technology integrates common database operations, such as querying and statistical analysis, with the unique visualization and analysis capabilities of mapping. This research uses ArcGIS 10.8 software, which in general is a computer-based information system, which is used to process georeferenced spatial data (in the form of details, facts, conditions, etc.) which are stored in a database and relate to real world problems and conditions. world). The data used in this research are Bener Meriah Regency Shp, slope slope Shp, rainfall Shp, land use Shp, and soil type Shp, then layers of data parameters are overlaid to make one map. Each data parameter is given a score and weight to get value of vulnerability to landslides in Bener Meriah Regency. The results of the analysis of landslide-prone areas in Bener Meriah Regency obtained 3 criteria for landslide-proneness classes, where the classes are non-prone, vulnerable and very vulnerable. The non-vulnerable class has an area of ​​46,895.10 Ha (25%), the vulnerable class has an area of ​​118,019.00 Ha (62%) and the very vulnerable class has an area of ​​25,513.40 Ha (13%). The area categorized as not most vulnerable in Bener Meriah Regency is in Syiah Utama District, then the area with the greatest vulnerable category is in Syiah Utama District and the very vulnerable area is in Pintu Rime Gayo District.

Citation



    SERVICES DESK