<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125576">
 <titleInfo>
  <title>UJI KETAHANAN BEBERAPA GENOTIP PADI TURUNAN BC4F3 HASIL PERSILANGAN TINGGONG DAN IRBB27 TERHADAP PENYAKIT BLAS (PYRICULARIA ORYZAE CAV.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AYU MAHARANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Proteksi Tanaman</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit blas yang disebabkan cendawan Pyricularia oryzae Cav. atau Pyricularia &#13;
grisea [sinonim Magnaporthe oryzae (Hebert) Barr] merupakan penyakit penting yang &#13;
menginfeksi tanaman padi. Kehilangan hasil produksi padi di Indonesia mencapai 50-&#13;
100%. P. oryzae dapat menyerang tanaman padi pada fase vegetatif dan generatif. Pada &#13;
fase vegetatif gejala penyakit blas dijumpai pada daun padi (leaf blast), sedangkan pada &#13;
fase generatif dijumpai pada bagian leher malai (neck blast), buku tanaman (node blast),&#13;
dan bulir padi. Salah satu metode pengendalian penyakit blas yang efektif adalah dengan &#13;
varietas tahan. Upaya untuk mendapatkan varietas tahan dapat dilakukan dengan cara &#13;
persilangan antar dua varietas yang berbeda. Persilangan mampu menghasilkan genotip&#13;
yang lebih baik dari tetuanya terutama dalam ketahanan terhadap penyakit tanaman. &#13;
Genotip padi turunan BC4F3 merupakan hasil persilangan padi lokal Aceh (Tinggong) dan &#13;
varietas introduksi (IRBB27). Genotip BC4F3 memiliki umur lebih pendek, jumlah anakan &#13;
lebih banyak, terdapat gen sd-1 (gen pemendekan batang), hasil produksi lebih tinggi serta &#13;
ketahanan terhadap patogen Xanthomonas oryzae pv. oryzae strain IV dan VIII.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan dan Rumah &#13;
Kasa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala sejak bulan September 2023 sampai &#13;
Januari 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non Faktorial &#13;
dengan 7 perlakuan (T35.7.5.13.3, T35.7.5.23.11, T35.12.8.2.1, T36.10.3.10.6, &#13;
T36.10.3.19.1, T37.3.2.1.5 dan T38.1.4.4.11) setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dan &#13;
setiap perlakuan terdiri dari 4 unit sehingga terdapat 84 unit perlakuan. Peubah yang di &#13;
amati meliputi masa inkubasi penyakit (hari), insidensi penyakit (%), keparahan penyakit &#13;
(%), jumlah bercak bersporulasi dan tidak bersporulasi, tinggi tanaman maksimun (cm) &#13;
dan jumlah anakan maksimum (batang). &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlakuan genotip turunan BC4F3 berpengaruh &#13;
sangat nyata terhadap masa inkubasi penyakit (hari), insidensi penyakit (%), keparahan &#13;
penyakit (%), bercak bersporulasi dan tidak bersporulasi dan tinggi tanaman serta tidak &#13;
berpengaruh terhadap jumlah anakan. Masa inkubasi tercepat terjadi pada genotip&#13;
T37.3.2.1.5 (1,58 HSI) sedangkan terlama terjadi pada genotip T35.10.3.19.1 (4,63 HSI). &#13;
Insidensi penyakit terendah terjadi pada genotip T35.10.3.19.1 sebesar 36,67% serta &#13;
tertinggi pada genotip T37.3.2.1.5 sebesar 78,33%. Keparahan penyakit blas terendah pada &#13;
genotip T35.10.3.19.1 sebesar 4,63% sedangkan tertinggi pada genotip T37.3.2.1.5 sebesar &#13;
41,30%. Jumlah bercak bersporulasi dan tidak bersporulasi terendah terjadi pada genotip&#13;
T35.10.3.19.1 sebesar 0,67 dan 4,33 sedangkan yang tertinggi pada genotip T37.3.2.1.5 &#13;
sebesar 9,00 dan 33,67. Tinggi tanaman terendah pada genotip T37.3.2.1.5 dan tertinggi &#13;
pada genotip T35.10.3.19.1. Jumlah anakan terendah pada genotip T35.10.3.19.1 dan &#13;
tertinggi pada genotip T35.7.5.13.3. Dapat disimpulkan genotip padi turunan BC4F3&#13;
memiliki tingkat ketahanan yang berbeda terhadap serangan Pyricularia oryzae. Genotip&#13;
T36.10.3.19.1 tergolong tahan, genotip T36.10.3.10.6 tergolong agak tahan, genotip&#13;
T35.7.5.13.3, T35.7.5.23.11 dan T35.12.8.2.1 tergolong sedang, sedangkan genotip&#13;
T37.3.2.1.5 dan T38.1.4.4.11 tergolong agak rentan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125576</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 12:24:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 15:57:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>