<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125543">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KARAKTERISTIKSEDIMENWILAYAH PESISIR DESA PASIE, LHOONG,ACEHBESAR BERDASARKANDATAGROUNDPENETRATING RADAR(GPR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muna Mahlia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami struktur bawah permukaan wilayah pesisir, termasuk jenis dan ketebalan lapisan sedimen di Wilayah Pesisir Desa Pasie, Lhoong, Aceh Besar. Wilayah pesisir Aceh merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak tsunami tahun 2004. Kondisi ini menjadikan pemahaman tentang perubahan wilayah pesisir dan faktor-faktor yang mempengaruhinya menjadi penting untuk dikaji. Pengumpulan data melibatkan survei lapangan dengan menggunakan alat Ground Penetrating Radar (GPR) dengan frekuensi 700 MHz yang diarahkan pada permukaan tanah. Metode ini merupakan metode geofisika yang dapat digunakan untuk mendeteksi benda, perubahan material, rongga atau retakan di bawah permukaan. GPR dapat digunakan pada berbagai media seperti tanah, es dan batu. Survei lapangan dilakukan pada 4 jalur lintasan dengan 2 lintasan sejajar garis pantai dan 2 lintasan tegak lurus garis pantai, variasi jarak perlintasan dari 50, 100 hingga 150 m, perbedaan jalur ini disesuaikan dengan kondisi daerah penelitian . Data yang diperoleh berdasarkan analisis struktur gelombang elektromagnetik yang ditampilkan dalam bentuk tampilan radargram. Pengolahan dan interpretasi data lapangan dengan kecepatan 0,25 m/ns pada 4 jalur lintasan maka diperoleh hasil lintasan pertama terdapat pasir basah, serpih dan lanau dengan dominasi material pasir basah. Lintasan kedua terdapat pasir kering, lempung, lanau serpih dan pasir basah dengan dominasi material serpih. Lintasan ketiga terdapat pasir kering, lempung, lanau, serpih dan pasir basah dengan dominasi material lempung dan lintasan keempat terdapat lanau, serpih, pasir kering, pasir basah dan lempung dengan dominasi material serpih. Hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi penelitian lebih lanjut di bidang geofisika.&#13;
 Kata Kunci: sedimen, pesisir pantai, instrumentasi kelautan, mitigasi bencana, GPR, struktur bawah permukaan, geofisika.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125543</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 11:15:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 14:54:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>