Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EVALUASI KEBERHASILAN PELAKSANAAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI LOKAL DI KECAMATAN TIMANG GAJAH KABUPATEN BENER MERIAH KABUPATEN ACEH
Pengarang
Putri Pebri Ana - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Mohd. Agus Nashri Abdullah - 197108161997021001 - Dosen Pembimbing I
Cut Intan Novita - 196911131996032001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2005104010058
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Peternakan (S1)., 2024
Bahasa
Indonesia
No Classification
636.082 45
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penyediaan daging di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan populasi dan produktivitas serta mutu genetiternak melalui teknologi Inseminasi buatan (IB). Inseminasi buatan merupakan serangkaian proses program terencana yang menyangkut kualitas genetik ternak dimasa akan mendatang. Keunggulan dengan penerapan program IB pada sapi Indonesia antara lain peningkatan mutu genetik yang lebih cepat karena menggunakan semen pejantan unggul, dapat menghemat biaya penjantan lain dan meminimalisir penularan penyakit kelamin dari satu ternak ke ternak lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan IB di Kecamatan Timang Gajah.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh, yang meliputi 6 desa yaitu desa Damaran Baru, Bumi Ayu, Lampahan, Lampahan Barat, Tunyang, dan Gegur Sepakat. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan dimulai dari 15 Januari – 15 Februari 2024. Penentuan peternak responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling), yaitu mengambil sampel dengan ketentuan minimal peternak memelihara dua ekor sapi lokal yang telah beranak minimal 2 (dua) kali dan sistem perkawinan dilakukan secara IB. Responden ditetapkan sebanyak 30 orang peternak dan 1 inseminator yang telah memiliki Surat Izin atau Surat Tugas melakukan Inseminsinasi Buatan (SIMI) yang berada dalam 6 di Kecamatan Timang Gajah. Parameter penelitian adalah conception rate (CR), service per conception (S/C), calving interval (CI), dan calving rate (CvR).
Hasil penelitian, menunjukkan bahwa rataan nilai conception rate adalah 71,64%, service per conception sebesar 1,30, calving interval sekitar 12,5 bulan, dan calving rate mencapai 96,99%. Mayoritas responden, sebanyak 97,5%, berada dalam usia produktif, memiliki pendidikan dasar, dan bekerja sebagai petani dengan pengalaman beternak yang sangat memadai. Sistem pemeliharaan secara intensif banyak diterapkan oleh responden, yang juga memiliki pemahaman yang baik tentang tanda-tanda birahi. Partisipasi dalam program IB rata-rata berlangsung selama 6-10 tahun, dengan sebagian besar melakukan IB secara berkala. Inseminator, yang semuanya memiliki surat tugas (SIMI), telah memiliki berbagai tingkat pengalaman dalam melaksanakan IB. Mereka aktif dalam melayani peternak, melaporkan pekerjaannya secara teratur, dan mampu melayani lebih dari 4 aseptor per hari. Berdasarkan prnrlitian ini, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program Inseminasi Buatan di Kecamatan Timang Gajah berjalan dengan baik
The supply of meat in Indonesia is still relatively low. One of the efforts made by the government is to increase population, productivity and genetic quality of livestock through artificial insemination (AI) technology. Artificial insemination is a series of planned program processes that concern the genetic quality of livestock in the future. The advantages of implementing the AI program on Indonesian cattle include a faster increase in genetic quality because it uses the semen of superior bulls, it can save costs on other bulls and minimize the transmission of venereal diseases from one animal to another. The aim of this research is to determine the level of success in implementing IB in Timang Gajah District. This research was carried out in Timang Gajah District, Bener Meriah Regency, Aceh Province, which includes 6 villages, namely Damaran Baru, Bumi Ayu, Lampahan, West Lampahan, Tunyang, and Gegur Sepakat villages. This research was carried out for 1 month starting from January 15 - February 15 2024. The determination of respondent breeders was carried out deliberately (purposive sampling), namely taking samples with the minimum requirement that the breeders keep two local cows that have given birth at least 2 (two) times and the marriage system carried out by IB. Respondents were determined to be 30 breeders and 1 inseminator who already had a permit or letter of assignment to carry out artificial insemination (SIMI) located in 6 areas in Timang Gajah District. The research parameters are conception rate (CR), service per conception (S/C), calving interval (CI), and calving rate (CvR). The research results showed that the average conception rate was 71.64%, service per conception was 1.30, the calving interval was around 12.5 months, and the calving rate reached 96.99%. The majority of respondents, 97.5%, were of productive age, had basic education, and worked as farmers with very adequate farming experience. The intensive maintenance system is widely applied by respondents, who also have a good understanding of the signs of lust. Participation in the IB program averages 6-10 years, with most undertaking IB periodically. Inseminators, all of whom have a letter of assignment (SIMI), have varying levels of experience in carrying out IB. They are active in serving breeders, report their work regularly, and are able to serve more than 4 acceptors per day. Based on this research, it can be concluded that the implementation of the Artificial Insemination program in Timang Gajah District is going well.
EVALUASI KUALITAS AMPAS SAGU FERMENTASI RNDENGAN LAMA PEMERAMAN YANG BERBEDA (zulkarnain, 2014)
PERAN PETERNAK TERHADAP KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI DI KABUPATEN ASAHAN (Nurul Nazmi Annisa, 2018)
VISUALISASI LENDIR MUKOSA OS CERVICALIS EXTERNAL SAPI ACEH SEJAK AWAL BERAHI MENGGUNAKAN ALAT INSEMINASI BUATAN (IB) BERKAMERA (FAHRUL BRINALDI, 2021)
PENERAPAN BIOSEKURITI DI BALAI INSEMINASI BUATAN LEMBANG, BANDUNG JAWA BARAT (Rizky Ananda, 2016)
TEKNIK PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI POTONG DI BPTU-HPT PADANG MENGATAS (Jefri Hariadi, 2021)