<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125487">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK REPRODUKSI PADA SAPI ACEH BETINA DI KECAMATAN TANAH LUAS KABUPATEN ACEH UTARA PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zuhriati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sapi Aceh merupakan kekayaan sumber daya genetik (SDG), salah satu rumpun sapi lokal Indonesia yang telah ditetapkan berdasarkan keputusan Kementerian Pertanian Nomor: 2907/KPTS/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011. Sapi Aceh mempunyai keseragaman bentuk, fisik dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan lingkungan sehingga perlu dilindungi, dilestarikan dan dikembangkan keunggulannya untuk kepentingan pemuliaan. Tujuan pemeliharaan sapi Aceh bagi masyarakat di Kabupaten Aceh Utara adalah sebagai penghasil daging, pupuk dan tabungan keluarga.	&#13;
Pada tahun 2021, Kabupaten Aceh Utara memiliki populasi sapi Aceh betina berjumlah 69.200 ekor. Pada tahun 2022 menurun menjadi 68.500 ekor. Penurunan populasi Sapi Aceh betina diduga karena kurangnya ilmu pengetahuan peternak mengenai reproduksi dan keterbatasan sumber daya (modal, inovasi dan teknologi). Pentingnya penilaian terhadap karakteristik reproduksi terrnak ini bertujuan untuk mengetahui tinggi rendahnya efisiensi reproduksi.&#13;
Penelitian ini sudah dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2024 di Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara. Lokasi penelitian meliputi 5 Desa yaitu Desa Matong Baloy, Leupon Siren, Blang Pie, Matang Cibrek dan Cot Dah. Peternak yang menjadi responden ditetapkan secara purposive sampling, yaitu peternak yang memiliki sapi betina yang telah beranak 2 (dua) kali atau lebih. Parameter yang diamati dalam penelitian adalah umur birahi pertama (pubertas), kawin pertama, lama bunting, umur pertama beranak, PPM (post partum mating) dan jarak beranak (calving interval).&#13;
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur birahi pertama sapi Aceh betina di Kecamatan Tanah Luas rata-rata 14,55±2,06 bulan. Kawin pertama sapi betina rata-rata 19,08±1,61 bulan, lama kebuntingan rata-rata 9,23±0,18 bulan, umur pertama beranak rata-rata 28,92±0,80 bulan, PPM rata rata 4,65±1,01 bulan dan jarak beranak sapi Aceh betina di Kecamatan Tanah Luas rata-rata 13,68±2,89 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Aceh betina di Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh memiliki karakteristik reproduksi yang baik. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COWS - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>REPRODUCTION - ANIMALS</topic>
 </subject>
 <classification>636.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125487</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 00:24:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 11:32:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>