<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125485">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERBAU LOKAL (BUBALUS BUBALIS) DI KABUPATEN ACEH SELATAN PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURRIZA AMALIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kerbau merupakan ternak ruminansia besar yang turut berperan dalam pemenuhan kebutuhan daging di Indonesia. Terdapat dua golongan kerbau domestikasi yakni kerbau lumpur (Swamp buffalo) dan kerbau sungai (Reverine buffalo). Tujuan peternak memelihara ternak kerbau yaitu sebagai investasi jangka panjang, sebagai pekerjaan sampingan dan membantu peternak dalam mengelola lahan pertanian seperti membantu dalam membajak sawah. Pada tahun 2020 Kabupaten Aceh Selatan memiliki populasi kerbau berjumlah 3.719 ekor. Pada tahun 2021 meningkat menjadi 4.325 ekor, namun pada tahun 2022 populasi kerbau menurun menjadi 4.155 ekor. Penurunan populasi kerbau dapat disebabkan karena kerbau memiliki efisiensi reproduksi yang rendah, yaitu pubertas yang lambat, periode post-partum anestrus panjang, periode calving interval panjang, tanda-tanda estrus yang kurang jelas dan angka kebuntingan yang rendah.&#13;
Penelitian ini sudah dilaksanakan pada bulan Desember 2023 hingga Januari 2024 di Kabupaten Aceh Selatan, meliputi 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Pasie Raja dan Kecamatan Kluet Utara. Lokasi penelitian Kecamatan Pasie Raja meliputi 4 (empat) desa yaitu Desa Ujung Padang Asahan, Kampung Baro, Pasie Rasian dan Ladang Tuha dan Kecamatan Kluet Utara adalah desa Pasie Kuala Asahan, Pasie Kuala Ba’u, Gunong Pulo, Fajar Harapan. Peternak yang menjadi responden ditetapkan secara purposive sampling, yaitu peternak yang memiliki kerbau betina yang telah beranak 2 (dua) kali atau lebih. Parameter yang diamati dalam penelitian adalah umur birahi pertama (pubertas), kawin pertama, lama bunting, umur pertama beranak, jarak antara melahirkan sampai bunting kembali dan jarak beranak (calving interval).&#13;
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa umur birahi pertama kerbau lokal di Pasie Raja rata-rata 31,83±1,28 bulan, di Kluet Utara rata-rata 32,95±0,60 bulan. Kawin pertama kerbau lokal di Kecamatan Pasie Raja rata-rata 34,23±1,3 bulan dan di Kluet Utara rata-rata 36,05±1,29 bulan. Lama bunting kerbau lokal di Kecamatan Pasie Raja rata-rata 10,35±0,31 dan di Kluet Utara rata-rata 10,43±0,24 bulan. Umur pertama beranak kerbau lokal di Kecamatan Pasie Raja rata-rata 47,80±4,17 bulan, dan di Kluet Utara rata-rata 48,20±4,10 bulan. Jarak antara melahirkan sampai bunting kembali di Kecamatan Pasie Raja rata-rata 5,66±0,71 bulan, dan di Kluet Utara rata-rata 5,55±0,5o bulan. Jarak beranak kerbau lokal di Pasie Raja rata-rata 16,02±1,44 bulan, dan di Kluet Utara rata-rata 16,00±1,40 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa kerbau lokal di Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh memiliki karakteristik reproduksi yang baik karena data yang didapatkan dari hasil penelitian tidak jauh berbeda dengan kerbau lokal di daerah lain.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125485</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 00:15:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 11:25:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>