<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125479">
 <titleInfo>
  <title>URGENSI PENGATURAN HAK IMUNITAS NOTARIS TERHADAP TUNTUTAN PERDATA DAN PIDANA TERKAIT PEMBUATAN AKTA AUTENTIK YANG ISINYA TIDAK SESUAI FAKTA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fanda Fadilla</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Magister Kenotariatan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>URGENSI PENGATURAN HAK IMUNITAS NOTARIS TERHADAP &#13;
TUNTUTAN PERDATA DAN PIDANA TERKAIT PEMBUATAN &#13;
AKTA AUTENTIK YANG ISINYA TIDAK SESUAI FAKTA &#13;
&#13;
Fanda Fadilla&#13;
&#13;
Sanusi&#13;
&#13;
&#13;
Iskandar A. Gani&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
Pasal 15 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris (selanjutnya&#13;
disingkat UUJN) menentukan bahwa notaris berwenang membuat akta autentik mengenai&#13;
semua perbuatan, perjanjian, dan ketetapan yang diharuskan oleh peraturan perundangundangan&#13;
dan/atau&#13;
yang&#13;
dikehendaki&#13;
oleh&#13;
yang&#13;
berkepentingan&#13;
untuk&#13;
dituangkan&#13;
dalam&#13;
akta,&#13;
&#13;
notaris&#13;
&#13;
tidak memiliki kewenangan menyelidiki atau mencari kebenaran materiil atas data&#13;
dan informasi yang disampaikan oleh para pihak. Namun, saat terjadi permasalahan notaris&#13;
dituntut secara perdata dan pidana karena diduga turut serta membantu memasukkan&#13;
keterangan palsu ke dalam akta. Berdasarkan uraian ini permasalahan yang akan diteliti yaitu &#13;
apakah notaris sebaiknya memiliki aturan hak imunitas terhadap tuntutan perdata dan pidana &#13;
terkait pembuatan akta autentik? Bagaimana perbandingan pengaturan antara hak imunitas&#13;
advokat dan notaris? Dan bagaimana upaya notaris mengatur adanya hak imunitas dan&#13;
pertimbangan hakim dalam putusan pengadilan terkait?&#13;
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan menjelaskan tentang pentingnya&#13;
keberadaan hak imunitas notaris terhadap tuntutan perdata dan pidana terkait akta autentik,&#13;
menganalisis perbandingan pengaturan antara hak imunitas advokat dan notaris, dan&#13;
menganalisis baaimana upaya notaris mengatur adanya hak imunitas dan pertimbangan hakim&#13;
dalam putusan pengadilan terkait.&#13;
Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, yaitu penelitian hukum&#13;
kepustakaan yang dilakukan dengan cara meneliti bahan primer maupun sekunder.&#13;
Pendekatan yang digunakan yaitu perundang-undangan, komparatif, dan konseptual.&#13;
Pengolahan data dengan metode analisa data yang didasarkan pada pemahaman dan&#13;
pengolahan data secara sistematis&#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa notaris sangat membutuhkan aturan yang jelas dan&#13;
tegas secara tertulis yang mengatur tentang imunitas terkait akta yang dibuatnya.&#13;
Perbandingan aturan hak imunitas advokat diatur dalam Pasal 16 UU Advokat, sedangkan&#13;
notaris dilindungi oleh UUJN dan Kode Etik Notaris tetapi belum ada aturan yang tegas dan&#13;
jelas tentang hak imunitas notaris. Salah satu upaya notaris dalam mengatur adanya semacam&#13;
aturan hak imunitas yaitu melakukan sosialisasi umum, mengajukan ide dan gagasan&#13;
mengenai pentingnya aturan hak imunitas pada pihak terkait. &#13;
Disarankan kepada pemerintah untuk melakukan pembaharuan dalam UUJN mengenai&#13;
penting adanya aturan hak imunitas notaris. Notaris disarankan agar bertindak cermat dan&#13;
selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pembuatan akta. Penegak hukum dalam&#13;
memeriksa dan memutus perkara terkait dengan akta yang memuat keterangan tidak sesuai&#13;
fakta untuk lebih memperhatikan UUJN dalam proses pembuatan akta autentik. &#13;
Kata Kunci: Hak Imunitas, Tuntutan Perdata dan Pidana, Akta Autentik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125479</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 22:22:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 11:29:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>