<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125477">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN KARAKTERISTIK FISIKA TANAH PADA BEBERAPA UMUR TANAMAN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA L.) DI KECAMATAN KETOL KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RABIATUL AFIVAH MARDIAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Umur tanaman yang berbeda pada ordo tanah yang sama dapat mempengaruhi sifat fisika tanah seperti permeabilitas, porositas, serta bahan organik tanah. Semakin bertambahnya umur tanaman maka perakarannya juga semakin banyak. Semakin banyak perakaran tanaman maka semakin terbentuknya pori drainase dan aerasi yang dapat membuat permeabilitas tanah menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif, yang didasarkan pada pengamatan lapangan dan uji laboratorium. Pengambilan sampel tanah dipilih berdasarkan perbedaan umur tanaman kopi Arabika (2 tahun, 6 tahun, dan 10 tahun) dengan jenis tanah dan pengelolaan tanaman yang sama. Pengambilan sampel dilakukan dengan dua cara, yaitu tanah utuh maupun tanah tidak utuh. Sampel tanah utuh diambil menggunakan ring sampel pada kedalaman 30 – 40 cm dan sampel tanah tidak utuh diambil menggunakan bor tanah pada kedalaman 0 – 20 cm. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan hasil analisis sifat fisika dan C-organik di laboratorium dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Warna tanah pada lahan kopi Arabika umur 2 tahun adalah 10YR 4/3 (coklat) dan pada lahan kopi Arabika umur 6 dan 10 tahun adalah 10YR 2/2 (coklat gelap). Struktur tanah pada semua lahan memiliki bentuk granular (butiran) dengan ukuran hampir keseluruhan medium serta tingkat perkembangan sedang. Tekstur tanah pada semua lahan adalah lempung. Nilai bobot isi tanah tergolong ke dalam kriteria tinggi. Nilai permeabilitas terendah dijumpai pada lahan berumur 6 tahun dengan nilai rata-rata 1,75 cm jam-1 (agak lambat) dan nilai tertinggi dijumpai pada lahan berumur 2 tahun dengan nilai rata-rata 2,59 cm jam-1 (sedang). Nilai porositas terendah dijumpai pada lahan berumur 6 tahun dengan nilai 49,43% (jelek) dan nilai tertinggi dijumpai pada lahan berumur 2 tahun dengan nilai 50,58% (kurang baik). Kandungan C-organik tanah (%), nilai terendah 1,17% pada lahan umur 2 tahun dan tertinggi 1,80% pada lahan umur 6 tahun.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125477</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 21:38:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 11:27:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>