<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125462">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN COLLECTOR DATA UNTUK MEMONITORING OUTPUT DAYA PANEL SURYA DENGAN MEMANFAATKAN DATA LOGGER PLX–DAQ BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ICHSAN PRAMANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro dan Komputer</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Bagian terpenting bagi kehidupan manusia adalah energi, ada banyak energi yang dapat digunakan di Indonesia, salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Energi surya merupakan energi yang memiliki potensi cukup besar di Indonesia dikarenakan terletak di negara tropis. Namun terdapat permasalahan yang masih cukup mempengaruhi dari efektifitas penggunaan Pembangkit Listrik tenaga Surya yaitu dengan tingginya daya output yang dihasilkan dapat menyebabkan output panel surya berfluktasi. Oleh karena itu, dibuatlah desain sebuah collector data yang dapat merekam semua parameter tersebut secara real time. Collector data ini menggunakan mikroprosesor Atmega328 yang dilengkapi dengan berbagai sensor, seperti BH1750 untuk mengukur intensitas cahaya matahari, dan DS18B20 untuk mengukur suhu. Untuk pengukuran arus dan tegangan keluaran dari panel surya collector data juga dilengkapi dengan sensor ACS712 dan sensor tegangan, sehingga daya keluaran panel surya dapat dipantau dengan tepat. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pengujian  hasil kalibrasi sensor cahaya (BH1750) menunjukkan galat maksimum sekitar 21,17% dan galat rata-rata sekitar 9,60%. Sensor suhu DS18b20 memiliki galat maksimum sebesar 2,1% dan galat rata-rata sebesar 1,5%. Sedangkan sensor tegangan memiliki galat rata-rata sekitar 0,92%. Pengujian sensor arus ACS712 menunjukkan galat rata-rata sekitar 7,35%. Dan daya rata – rata maksimum yang dihasilkan per hari sebesar 0,62 W. Meskipun demikian, terdapat kesalahan dalam pengukuran sensor, collector data masih dapat digunakan secara efektif untuk memonitor aktivitas panel surya.&#13;
&#13;
Kata kunci: Panel Surya, Collector Data, Irradiasi matahari, Suhu, PLX – DAQ.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125462</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 17:41:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 11:07:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>