<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125444">
 <titleInfo>
  <title>DESAIN SISTEM IRIGASI TETES PADA BUDIDAYA TANAMAN ANGGREK POTONG (DENDROBIUM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abdul Jabir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Irigasi   atau   penyiraman   pada   dasamya   adalah   penambahan   air   untuk memenuhi  keperluan  air  bagi  pertumbuhan  tanaman  dinyatakan  dengan  besarnya evapotranspirasi.  Berdasarkan pengertian ini maka selama evapotranspirasi tanaman dapat terpenuhi serta apabila tidak ada gangguan falctor lairmya tanaman akan tumbuh&#13;
optimum.  Sistem irigasi pada priusipnya terdiri atas tiga sub-sistem yaitu sub-sistem pengembangan,  sub-sistem   penyaluran  dan  sub-sistem  aplikasi.  Teknologi  aplikasi&#13;
irigasi dapat dikelompokkan kedalam 4 cara yaitu:  Irigasi pemukaan, irigasi bawah permukaan, irigasi curah dan irigasi tetes.&#13;
          Irigasi  tetes  merupakan    suatu  cara  pemberian  air  pada  tanaman  secara langsung balk pada permukaan tanah maupun di dalam tanah melalui tetesan secara sinambung dan perlahan di dekat tanah pert umbuhan.  Setelah keluar drri penetes air menyebar  kedalam  provil   tanah  secara  horizontal   maupun  vertikal  akibat  gaya kapilaritas  dan grafitasi.  Luas daerah yang dibasahi emiter tergantung pada besarnya debit keluaran, jenis tanah, kelembaban dan  permeabilitas tanah. Menyadari berbagal permasalahan  di   atas  teknologi   irigasi  untuk  mehingkatkan  efisiensi   mengalami perubahan secara bertahap.  Saat ini telah banyak digunakan sistem irigasi tetes pada budidaya tanaman  sayuran,  tanaman hias dan  lainnya.  Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengunaan air. Tujuan  Penelitian ini adalah untuk mendesain sistem irigasi tetes pada budidaya tanaman anggrek potong.&#13;
          Berdasarkan  metode  desaln  dari  irigasi  tetes  ini  menyangkut  tiga  faktor utama yaitu  penentuan   kebutuhan/kedalaman  puncak  air  irigasi,  penentuan  interval irigasi  dan  penentuan  jumlah  alr  total  yang  dibutuhkan  untuk  mengairi  seluruh tanaman. Kedalaman bersih air maksimum diperoleh (dx) I.32 mm, kedalaman bersih&#13;
air  irigasi   (dn)   sebesar  (0.22-I.32)  mm,  volume  kotor  air  irigasi   salama  masa penggunaan  puncak  (G)  sebesar  (0.18-I.11)  IAari/tanaman,  kapasitas  sistem  (Qs) yang dibufuhkan sebesar (0.0026ro.0041 ) Vdtk/tanaman, sedangkan  debit emiter rata-rata   (qe)   sebesar   (0.29lro.465)   I/jam/tanaman,   pupuk   urea   diberikan   secara bersamaan  1   gram/liter  air.  Kehilangan  tekanan  akibat  friksi  (J)  sebesar  (0.0073-0.175)m/100m, sedangkan kehilangan tekanan akibat sambungan pipa (hl) sebesar (3.2*10_5 - 8.1*10-5)m,  kehilangan head yang diijinkan pada lateral (AHI) sebesar (0.087ro.472)  m,  untuk  manifold  (AHm)  sebesar  (0.0731).388)  m,  nilai  rata-rata tekanan  (Pin)  tertinggi  sebesar  13.51    m  dan  terendah  2.35  m,  tekanan  inlet  (Pend) tertinggi  diperoleh sebesar  13.51  in dan  terendah  sebesar  2.35  m dan   untuk tekanan yang  terdapat   pada  ujung  lateral   (Pin)  tertinggi   diperoleh   14.16   m  dan  terendah sebesar 2.73 m.  &#13;
          Distribusi   debit   yang   ditentukan   berdasarkan   distribusi   tekanan   (AQ) tertinggi diperoleh sebesar 8.37 Persen pada tekanan 2,28 in air dan terendah sebesar 4.79  Persen pada tekanan  13.55  in  air,  sedangkan  distribusi  debit  yang terdapat  di ujung lateral (AQ), didapatkan tertinggj sebesar 10.61  Persen pada tekanan 2,28 in air dan terendah sebesar 3.32 Persen pada tekanan  13.55 in air.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125444</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 16:20:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 16:20:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>