<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125408">
 <titleInfo>
  <title>PERFORMANS REPRODUKSI KERBAU BETINA SEBAGAI SUMBER DAYA GENETIK TERNAK LOKAL DI KABUPATEN ACEH BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dinda Faras Jelita Naldi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Peternakan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN &#13;
&#13;
Peternakan merupakan salah satu sub sektor dari pertanian yang ada di Indonesia. Kerbau termasuk salah satu ternak lokal Indonesia yang dapat hidup dengan baik di wilayah yang banyak air atau berawa. Berdasarkan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat  populasi kerbau terjadi peningkatan, namun harus dilakukan budidaya dengan baik jika tidak kondisi ini akan dikhawatirkan akan terus berlanjut. Aspek reproduksi merupakan salah satu sifat yang penting dalam upaya meningkatkan populasi ternak kerbau. &#13;
&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Samatiga dan Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada 8 Januari 2024 sampai dengan 8 Februari 2024. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mendapatkan data primer dan sekunder. Peternak yang menjadi responden ditetapkan secara purposive sampling, yaitu peternak yang memiliki kerbau betina yang minimal telah beranak 2 (dua) kali atau lebih dan peternak mempunyai pengalaman minimal 5 tahun. Peternak yang  minimal memiliki dan memelihara 2 ekor kerbau betina yang sesuai kriteria, juga digunakan sebagai responden dalam penelitian ini. Responden yang diambil sebanyak 17 orang peternak, di Kecamatan Meureubo sebanyak 7 Peternak dan di Kecamatan Samatiga sebanyak 10 peternak dengan jumlah sampel sebanyak 97 ekor. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu performans reproduksi kerbau lokal meliputi umur berahi pertama, umur kawin pertama, lama bunting, umur beranak pertama, dan jarak beranak (calving interval).&#13;
&#13;
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil bahwa kerbau betina di Kabupaten Aceh Barat memiliki performans reproduksi yang normal (baik). Kerbau di Kecamatan Meureubo mengalami umur berahi pertama (Pubertas) pada 34,75±3,86 bulan dan di Kecamatan Samatiga 37,71±9,38 bulan, rataan umur kawin pertama kerbau di Kecamatan Meureubo 47,25±10,58 bulan dan di Kecamatan Samatiga 43,95±8,25 bulan, lama bunting kerbau di Kecamatan Meureubo 11,20±0,78 bulan dan di Kecamatan Samatiga 11,20±0,83 bulan, umur beranak pertama kerbau di Kecamatan Meureubo 58,45±11,06 bulan dan di Kecamatan Samatiga 55,16±8,24 bulan, rataan jarak beranak (calving interval) 14,25±2,90 bulan untuk kerbau di Kecamatan Meureubo dan 18±4,02 bulan kerbau di Kecamatan Samatiga.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125408</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 14:33:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-18 08:53:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>