<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125326">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BATHLIMUS  AHMADI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketersediaan benih ikan kakap putih (Lates calcarifer) sering menghadapi masalah pada pembenihan, salah satunya  yaitu serangan jamur Saprolegnia sp. pada telur. Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan dengan menggunakan bahan alami untuk mencegah jamur pada telur yaitu dengan ekstrak bawang putih (Allium sativum). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap daya tetas telur ikan kakap putih (Lates calcarifer). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2024 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan.  Konsentrasi bawang putih yang digunakan meliputi perlakuan A adalah 0 (Kontrol), perlakuan B 1.000 ppm, perlakuan C 1.500 ppm, perlakuan D 2.000 ppm, dan perlakuan E 2.500 ppm. Fase embriogenesis yang diamati pada saat penelitian berupa morula, blastula, gastrula, neurula, organogenesis, dan larva. Hasil penelitian  ini menunjukkan daya tetas telur berkisar antara 30,75-92,75%, tingkat kelangsungan hidup (SR) berkisar antara 20,75-89,25%,. Berdasarkan uji ANOVA yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak bawang putih berpengaruh nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125326</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 10:59:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 12:25:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>