<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125290">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI ANTIBAKTERI DAN ANTIBIOFILM EKSTRAK ETANOL DAN SEDIAAN OBAT KUMUR DAUN NILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) TERHADAP ENTEROCOCCUS FAECALIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Nisa Agnisia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Magister Biologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Enterococcus faecalis menyebabkan infeksi endodontik dengan membentuk biofilm pada substrat gigi melalui eksopolisakarida. Pogostemon cablin Benth. berpotensi sebagai antibakteri dan antibiofilm terhadap E. faecalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fitokimia ekstrak etanol daun nilam Aceh varietas Tapak Tuan, mengevaluasi efektivitas antibakteri dan antibiofilm ekstrak dan obat kumur terhadap E. faecalis, serta mengetahui evaluasi sensori obat kumur. Penelitian ini menggunakan metode maserasi untuk ekstraksi, dengan analisis fitokimia menggunakan GC-MS dan KLT. Evaluasi antibakteri ekstrak melalui analisis bioautografi dan ALT, sedangkan obat kumur menggunakan metode Kirby-Bauer. Analisis biofilm dan antibiofilm ekstrak dan obat kumur menggunakan microtiter plate biofilm assay dengan pengukuran OD pada panjang gelombang 492 nm. Evaluasi mutu obat kumur mencakup organoleptik, pH dan viskositas. Konsentrasi ekstrak yang diuji yaitu 1,56%, 3,12%, 6,25%, 12,5% dan 25% dan kontrol positif CHX 0,2%, serta obat kumur menggunakan konsentrasi MIC (12,5%) dan 2xMIC (25%). Hasil penelitian menunjukkan rendemen total ekstrak sebesar 8,257%, dengan senyawa utama berupa golongan seskuiterpen melalui analisis GC-MS. Hasil KLT menunjukkan keberadaan alkaloid, flavonoid, steroid dan terpenoid, sementara uji bioautografi menunjukkan bahwa alkaloid, steroid dan terpenoid efektif menghambat E. faecalis. Analisis ALT seluruh konsentrasi ekstrak setelah inkubasi menghambat pertumbuhan E. faecalis, bahkan konsentrasi 6,25%, 12,5% dan 25% membunuh E. faecalis. Waktu optimum terbentuknya biofilm terjadi selama 24-72 jam, dengan persentase antibiofilm ekstrak tertinggi pada konsentrasi 25% sebesar 74,38% dan tidak adanya perbedaan nyata antar seluruh perlakuan konsentrasi, sehingga mampu menggatikan kontrol positif (CHX 0,2%) sebagai agen antibiofilm E. faecalis. Aktivitas antibakteri formulasi 2xMIC lebih kuat dibandingkan formulasi MIC dengan diameter zona hambat berturut sebesar 5,81 mm dan 2,75 mm, serta berpotensi sebagai antibiofilm E. faecalis dengan persentase hambat pada F1 dan F2 berturut sebesar 78,49% dan 79,41%. Hasil evaluasi sensori menunjukkan kedua formulasi memenuhi standar obat kumur dalam hal konsistensi, warna, aroma, rasa, pH dan viskositas.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Enterococcos faecalis, Pogostemon cablin Benth., antibakteri, biofilm, antibiofilm</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125290</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 01:43:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 09:44:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>