<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125289">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA IKAN GABUS (CHANNA STRIATA) DI DESA PAYA NIE, BIREUEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Farhan Akbar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan gabus (Channa striata) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki ekonomis tinggi. Ikan gabus lokal di desa Paya Nie Bireuen Provinsi Aceh menjadi ikan yang paling dicari oleh masyarakat sekitar, dimana mata pencaharian sebagian masyarakat tersebut adalah sebagai penangkap ikan tradisional. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di desa Paya Nie Bireuen adalah menurunnya hasil tangkapan ikan gabus lokal, sehingga perlu adanya solusi alternatif yaitu budidaya ikan gabus lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya ikan gabus (Channa striata) di Desa Paya Nie, Bireuen. Penelitian ini dimulai dengan pengambilan sampel air yang dilakukan 4 (empat) titik pada 4 (empat) stasiun dan plankton dilakukan 12 (dua belas) titik pada 4 (empat) stasiun. Parameter fisika dan kimia yang diukur langsung adalah: suhu, kecerahan, kedalaman, oksigen terlarut (DO), salinitas, pH, alkalinitas, nitrat, nitrit, fosfat. Parameter biologi yang dianalisis di laboratorium adalah identifikasi plankton yang meliputi keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Hasil Analisis data pada kualitas air mengunakan metode skorsing menunjukkan bahwa lahan di desa Paya Nie Bireuen termasuk dalam kategori sesuai. Stasiun I dan II menunjukkan tingkat kelayakan tidak sesuai, hasil ini ditunjukan dari 10 parameter yang diukur hanya 3 parameter yang sesuai yaitu pH ,kandungan nitrit dan salinitas. Secara umum dapat disimpulkan bahwa lahan di Desa Paya Nie masih sesuai untuk budidaya ikan gabus.&#13;
&#13;
Kata kunci : Kesesuaian lahan, kualitas air, plankton, budidaya ikan gabus.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISH FARMING - FRESHWATER</topic>
 </subject>
 <classification>639.31</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125289</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 00:36:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 12:18:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>