Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
THE USE OF CODE-MIXING IN ALTERNATE UNIVERSE STORY
Pengarang
Najmul Amira Usman - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Zulfadli - 197606032006041001 - Dosen Pembimbing I
Tgk. Maya Silviyanti - 198005152006042001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2006102020116
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Inggris (S1) / PDDIKTI : 88203
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas FKIP., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini membahas fenomena campur kode dalam Alternate Universe (AU), sebuah fanfiksi yang diposting dalam bentuk chat palsu di X. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis campur kode dan alasan penggunaan campur kode di dalam cerita. Data dalam penelitian ini diperoleh dari salah satu AU yang memiliki campur kode yaitu “Is It Worth It?” yang ditulis oleh @mothrapixie. Data penelitian ini dikumpulkan dengan analisis dokumen. Peneliti menentukan jenis-jenis campur kode yang dikemukakan oleh Muysken (2000), yaitu penyisipan, pergantian, dan leksikalisasi kongruen. Untuk menentukan alasan penggunaan campur kode, peneliti menggunakan teori Hoffman (1991); berbicara tentang suatu topik, bersikap tegas terhadap sesuatu, pengulangan yang digunakan untuk klarifikasi, menunjukkan identitas kelompok, mengutip orang lain, interjeksi, dan tujuan untuk mengklarifikasi. Hasil penelitian menunjukkan ada 98 campur kode. Jenis campur kode yang ditemukan adalah penyisipan ada 69 data, leksikalisasi kongruen ada 15 data, dan pergantian ada 14 data. Alasan penggunaan campur kode adalah untuk membicarakan topik tertentu sebanyak 72 data, bersikap tegas terhadap sesuatu ada 12 data, pengulangan untuk klarifikasi ada 9 data, dan mengekspresikan identitas kelompok ada 5 data. Hasilnya telah memenuhi ketiga jenis campur kode dan memiliki 5 alasan penggunaan campur kode.
This research discusses the phenomenon of code-mixing in the Alternate Universe (AU), a fanfiction posted in the form of fake chats on X. This descriptive qualitative research aims to find out the types of code-mixing and the reasons for using code-mixing in the story. The data in this study were obtained from one of the AU that has code-mixing “Is It Worth It?” written by @mothrapixie. The data of this research was collected by document analysis. The researcher determined the types of code-mixing proposed by Muysken (2000); insertion, alternation, and congruent lexicalization. To determine the reasons for using code-mixing, the researcher used Hoffman's (1991) theory; talking about a particular topic, being emphatic about something, repetition used for clarification, expressing group identity, quoting somebody else, interjection, and intention to clarify. The results showed there were 98 code-mixing. The types of code-mixing found are insertion 69 data, congruent lexicalization 15 data, and alternation 14 data. The reason for using code-mixing is talking about particular topic 72 data, being emphatic 12 data, repetition used for clarification 9 data, and expressing group identity 5 data. The result has committed all 3 types of code-mixing and has 5 reasons for using code-mixing.
AN ANALYSIS OF BAHASA INDONESIA – ENGLISH CODE MIXING USED IN APLAUS MAGAZINE (Maizura, 2017)
AN ANALYSIS OF CODE MIXING USED BY STUDENTS IN LEARNING ENGLISH (A QUALITATIVE RESEARCH AT SMA NEGERI 1 BANDAR BARU, PIDIE JAYA) (Eka Maulidar, 2020)
A STUDY OF CODE-SWITCHING AND CODE-MIXING USED ON YOUTUBE CHANNEL: A COMPARISON BETWEEN INDONESIAN YOUTUBERS WHO LIVED ABROAD AND INDONESIAN YOUTUBERS WHO LIVE IN COUNTRY (RISNA AFRYANTI, 2021)
AN ANALYSIS OF CODE MIXING IN SPEECHES DELIVERED BY TWO ACEHNESE SCHOLARS IN TASTAFI STUDY CONGREGATION (Cut Nurul Aini, 2020)
THE USE OF CODE MIXING BY TEACHERS IN ELT CLASSROOMS (A QUALITATIVE STUDY AT SMA NEGERI 1 BANDA ACEH) (KHANSA RIFA NABILA, 2024)